Beranda Artikel Untung Rugi Pinjaman Online dan KTA

Untung Rugi Pinjaman Online dan KTA

322
0
BERBAGI

TINULIS.ID – Kebutuhan manusia akan uang tunai makin tak bisa dipungkiri. Apalagi di zaman sekarang di mana harga-harga kebutuhan semakin naik dari hari ke hari. Seiring perkembangan zaman, meminjam uang terasa semakin mudah. Syarat-syaratnya dapat dipenuhi dalam waktu cepat. Sebagai contoh adalah produk KTA yang disediakan hampir semua bank.

KTA ialah Kredit Tanpa Agunan di mana kita bisa meminjam sejumlah dana tanpa memberikan barang jaminan apapun. Padahal, awalnya untuk meminjam uang di bank akan dibutuhkan barang jaminan, baik surat-surat berharga ataupun kendaraan. Jika tidak dapat melunasi pinjaman di waktu yang telah ditetapkan atau saat jatuh tempo, maka barang jaminan tersebut akan disita.

Kini, meminjam uang bahkan tidak hanya dapat dilakukan di bank saja. Berkembangnya teknologi membuat pinjaman dana dapat dilakukan secara online. Bahkan, pinjaman uang cepat online ini terbilang sudah menjamur dan dapat ditemukan dengan mudah. Persyaratannya pun sangat mudah, yaitu hanya KTP saja.

Ini jelas berbeda dari prosedur peminjaman uang di perbankan yang mensyaratkan aneka dokumen. Bukan hanya KTP namun juga slip gaji, mutasi rekening tabungan dan lain-lain. Wajar jika banyak orang kepincut dengan pinjaman online ini dan tertarik untuk mencobanya. Namun, pinjaman online ini juga memiliki untung rugi yang harus kita perhatikan sebelum mengajukan pinjaman.

Pinjaman Kecil, Bunganya Selangit

Mengajukan pinjaman online tetap harus berhati-hati walau persyaratannya mudah. Banyak konsekuensi yang harus kita tanggung. Beberapa hal yang wajib dipertimbangkan di antaranya adalah bunga, plafon serta tenor pinjaman. Pinjaman yang didapat dengan modal KTP ini umumnya akan menyediakan plafon kecil, yaitu hanya berkisar di angka Rp1 hingga Rp3 juta saja.

Pinjaman online juga kerap menerapkan biaya layanan guna menggantikan bunga. Sebab, dana pinjaman harus dikembalikan utuh saat jatuh tempo. Waktu jatuh temponya juga cukup singkat, yaitu 30 hari saja. Jelas, pinjaman online adalah fasilitas bagi mereka yang butuh dana kecil tanpa mau ribet akan persyaratan segunung serta yakin akan dapat mengembalikannya dalam waktu singkat.

Agar lebih memahami pinjaman online ini, berikut adalah ilustrasinya. Agus, seorang karyawan pabrik yang memiliki gaji Rp3.500.000 per bulan. Ia membutuhkan dana sebesar Rp3 juta guna renovasi rumah. Berikut adalah contoh perhitungan cicilan yang harus dibayarkan dari penyedia jasa pinjaman online:

  1. Pokok pinjaman Agus ialah Rp3.000.000
  2. Tenor atau masa waktu peminjaman uang ialah 30 hari
  3. Biaya layanan yang ditetapkan adalah sebesar Rp1.043.000
  4. Jumlah yang harus dilunasi termasuk pokok pinjaman dan biaya layanan ialah sebesar Rp4.043.000

Sekilas mungkin tampak kecil karena hanya Rp4 juta saja. Namun, kalau kita hitung, biaya layanan atau yang sama saja dengan biaya bunga ini mencapai 34.77% untuk tenor yang hanya tiga puluh hari saja.

Kalau kita tidak mau merugi, maka bisa dilakukan survey atau riset dari awal guna mengetahui bunga serta biaya lain-lain yang dikenakan. Sekarang, bandingkan apabila Agus mengajukan pinjaman KTA di bank. Plafon KTA umumnya akan lebih besar dibanding pinjaman online. Rata-rata plafon yang disediakan ialah mulai dari Rp5 juta.

Inilah perhitungannya apabila Agus mengajukan pinjaman KTA sebesar Rp5 juta di salah satu bank swasta di Indonesia:

  1. Pokok pinjaman Agus adalah Rp5.000.000
  2. Tenor pinjaman yang berlaku ialah 12 bulan
  3. Bunga yang dikenakan per tahunnya adalah 11.4% atau sama saja dengan 0.95 per bulan
  4. Nilai bunga setahun ialah 11.4% x Rp5.000.000 = Rp570.000
  5. Nilai bunga per bulan ialah Rp570.000 : 12 = Rp47.500
  6. Cicilan per bulan ialah (Rp5.000.000 : 12) + nilai bunga per bulan = Rp464.166
  7. Maka, jumlah yang harus dilunasi ialah Rp5.000.000 + Rp570.000 = Rp5.570.000

Contoh dan perhitungan sederhana di atas menunjukkan bahwa bunga yang dikenakan KTA ternyata jauh lebih kecil dari pinjaman online yang hanya bermodal KTP.

Bunga per bulan dari KTA online hanya 0.95 persen saja. Bandingkan dengan bunga atau yang disebut sebagai biaya layanan pinjaman online yang dapat mencapai 34.77 persen. Bahkan tenornya hanya 30 hari saja, berbeda dengan KTA online yang tenornya dapat mencapai 12 bulan.

Jika seorang karyawan dengan gaji seperti Agus, pinjam uang melalui KTA tentu akan lebih menguntungkan. Cicilan Rp464.166 per bulan seperti dalam contoh di atas akan terbilang aman bagi finansial Agus.

Idealnya, utang tak boleh lebih dari 30% penghasilan. Jadi, dengan gaji Agus yang hanya Rp3.5 juta per bulan, cicilan tersebut hanya 13.26 persen dari penghasilannya sehingga terbilang masih aman.

Bayangkan apabila Agus meminjam uang online yang hanya bermodalkan KTP tersebut. Dalam waktu satu bulan saja, ia sudah harus mengembalikan pokok pinjaman serta bunga sebesar 34.77 persen dengan total Rp4 juta.

Tips Cerdas Pinjam Uang

Berdasarkan uraian di atas, apakah berarti sebaiknya kita tidak mengajukan pinjaman uang secara online? Tentu saja, kita masih bisa mengajukan pinjaman secara online melalui monily id. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan serta dijadikan bahan pertimbangan apabila kita hendak mengajukan pinjaman ini.

Kita harus yakin bahwa dalam waktu 30 hari, kita bisa mengembalikan pokok pinjaman beserta biaya layanannya. Pinjaman online yang hanya mensyaratkan KTP ini hanya cocok apabila kita benar-benar butuh dana terdesak serta yakin akan dapat melunasi dalam waktu 30 hari.

Sebagai contoh adalah saat kita berada dalam keadaan terdesak, misalnya kita tengah berada di luar kota dan butuh dana untuk keperlaun tertentu secepatnya. Dana yang dimiliki saat ini masih tidak mencukupi untuk kebutuhan tersebut, namun dalam kurun waktu beberapa hari kemudian kita akan menerima uang gaji atau kiriman dari orangtua.

Maka, kita bisa manfaatkan pinjaman online tersebut. Saat sudah waktunya gajian atau mendapat kiriman, kita akan dapat membayar pinjaman tersebut. Untuk kepentingan mendadak seperti inilah kita bisa memanfaatkan pinjaman online yang hanya mensyaratkan KTP tanpa dokumen lain.

Seperti apapun bentuk pinjaman yang kita ajukan, apakah itu KTA atau pinjaman online, tetap ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Di antaranya adalah jumlah yang dipinjam harus sesuai kebutuhan, perhatikan tanggal jatuh tempo, besaran bunga, biaya-biaya lain yang menyertai hingga kredibilitas dari lembaga peminjaman tersebut.

Apalagi jika kita meminjam uang secara online, di mana lembaganya masih belum sepopuler dan sekredibel bank. Lakukan survey atau riset terdahulu pada beberapa lembaga peminjaman uang online yang menyediakan produk terbaik dan paling menguntungkan.

Yang tak kalah penting adalah kita juga harus menghitung besar cicilan. Pastikan besar cicilan memang sesuai dengan kemampuan finansial.

Jangan sampai kita terperosok dalam timbunan utang padahal niat awalnya adalah mencari solusi terkait keuangan.  Demikian uraian terkait peminjaman uang online yang sesuai kemampuan finansial masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here