Media Informasi Terkini

Tips Benar Mengelola Dana Hari Tua

0 116

Tips Benar Mengelola Dana Hari Tua – Setelah mengamankan asuransi jiwa untuk mengelola risiko finansial keluarga, di usia mapan Anda sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menunda persiapan dana pensiun. Seperti diulas di atas, bila saat ini usia Anda masih di kepala empat, ada waktu persiapan setidaknya 15 tahun untuk mengumpulkan kebutuhan dana pensiun. Waktu 15 tahun sangat memadai bagi Anda untuk mulai menyicil kebutuhan dana pensiun.

Bagaimana langkah konkret yang bisa Anda ambil sekarang juga? Simak lima jurus berikut ini:

Tips Benar Mengelola Dana Hari TuaKetahui posisi terakhir tabungan hari tua

Bila seseorang rata-rata memulai karir di usia 25 tahun, berarti saat usianya menginjak kepala empat dia sudah bekerja selama 15 tahun. Selama rentang 15 tahun memiliki penghasilan sendiri, terlebih bila menjadi karyawan sebuah perusahaan, Anda kemungkinan sudah memiliki kepesertaan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Ini karena JHT BPJS Ketenagakerjaan sifat kepesertaannya wajib dan sebagian besar iurannya dibebankan pada perusahaan pemberi kerja.

Baca Juga :  Mengajukan Klaim Dengan Bantuan Broker Asuransi

Selain BPJS Ketenagakerjaan, beberapa perusahaan juga sekaligus mengikutsertakan karyawannya ke dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Sebagai langkah pertama “mengebut” pengumpulan kebutuhan dana pensiun, Anda perlu mengecek posisi tabungan pensiun yang saat ini sudah ada dan juga bisa cek fungsi asuransi dana pensiun.

Cek dulu berapa posisi saldo BPJS Ketenagakerjaan terakhir. Cara ceknya sudah semakin mudah saat ni karena bisa dilakukan secara online. Begitu juga untuk nilai saldo terakhir dana pensiun DPLK, Anda bisa mengeceknya langsung ke institusi bersangkutan atau menanyakan pada divisi sumber daya manusia di kantor Anda.

Hitung aset pribadi

Orang Indonesia terkenal cukup konservatif dalam mempersiapkan kebutuhan hari depan melalui investasi. Banyak orang yang lebih menyukai menabung aset dalam bentuk emas atau properti. Bila Anda selama ini sudah mulai menabung aset dalam bentuk riil seperti emas atau properti, cobalah untuk mengecek nilai terakhir. Dua jenis aset riil tersebut bisa menjadi bagian dari isi keranjang persiapan pensiun kelak.

Baca Juga :  Jenis Mesin Press yang Bisa Anda Ketahui

Hitung sisa kebutuhan yang harus dikejar

Setelah mengetahui nilai terakhir tabungan pensiun dan aset-aset pribadi yang bisa menjadi bekal pensiun, saatnya Anda menghitung apakah kesemua nilai aset itu memadai untuk target kebutuhan bekal hidup saat pensiun kelak? Bila ternyata masih kurang, Anda bisa memulai strategi pengumpulan kekurangan target dana tersebut.

Anggaplah total kebutuhan biaya hidup saat pensiun kelak mencapai Rp7 miliar pada 15 tahun mendatang. Sedang kekurangan dana yang masih harus dikumpulkan, anggap saja, sekitar Rp5 miliar. Anda mengumpulkan sisa dana kebutuhan pensiun melalui investasi di pasar finansial. Misalnya, melalui reksadana, saham atau obligasi, atau campuran ketiganya.

Sebagai gambaran, untuk mengumpulkan Rp5 miliar selama 15 tahun, Anda bisa memulai berinvestasi di instrumen atau produk investasi yang mampu tumbuh rata-rata 15% per tahun sebesar Rp2,25 juta per bulan.

Baca Juga :  Tips Penting Mengatur Keuangan Saat New Normal di Era Pandemi

Pastikan Anda menerapkan strategi investasi sesuai profil risiko, apakah Anda seorang investor konservatif, moderat, atau agresif. Bila merasa kurang percaya diri menyusun rencana dana pensiun sendiri, Anda bisa memakai jasa perencana keuangan bersertifikat resmi agar bisa mendapatkan saran finansial secara profesional. Selalu gunakan asuransi jiwa terpercaya untuk kenyamanan anda.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More