Media Informasi Terkini

Teman Sejati dari Kehidupan

31

 

“Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu., siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (Q. S Al-Mulk: 1-2)

Tinulis ID – Setiap insan, ketika menjalani kehidupan tidak pernah lepas dari ujian. Dalam kaca mata Islam, ujian ditempatkan sebagai keniscayaan Tuhan yang berarti diantara kekuasaan Allah adalah kehendak-Nya untuk menguji setiap manusia. Segala kekacauan, dari sudut tertentu harus dipandang sebagai ujian. Meski ujian itu sendiri bisa dikategorikan sebagai cobaan atau bencana.

Baca Juga :  Puasa Untuk Kita, Bulan yang Penuh dengan Keberkahan Sebagai Ladang Ibadah Berlipat-Ganda

Ibnu Abbas menjeaskan bahwa Allah menguji kalian dengan kesempitan serta kelapangan, kesehatan dan kelemahan, kekayaan dan kemiskinan, yang halal dan yang haram, kemaksiatan, petunjuk juga kesesatan. Jadi segala keburukan dan kebaikan yang hadir dalam hidup adalah ujian yang harus kita dilalui.

Ujian dalam bentuk sesuatu yang menyedihkan, seperti kata Sayyid Qutb, sangat mudah dijelaskan. Fungsi dari ujian semacam ini adalah untuk mengenali sejauh mana daya tahan seseorang, kesabarannya atas kesusahan, kepercayaan pada Tuhan dan pengharapan atas rahmat-Nya.

Ujian berikutnya adalah dalam bentuk kesenangan. Hal yang satu ini ternyata meluluskan lebih sedikit orang karena bersifat melenakan baik dengan harta, waktu luang, jabatan  atau kenikmatan duniawi lainnya. Banyak yang tegar ketika berjuang, menerjang, berusaha dan memacu karya. Tetapi alangkah sedikit yang tegar degan ujian istirahat dan waktu luang.

Baca Juga :  Tips Belanja Online Kebutuhan Peralatan Masak Yang Berkualitas ala Duniamasak.com

Sabagai makhluk yang telah mendeklaraskan keimanan, kita perlu merenungi kalimat dari Sayyid Qutb berikut: “Iman bukanlah kata-kata yang diumbar tetapi ia adalah hakikat yang punya beban, amanah yang memiliki cobaan, perjuangan yang memerlukan kesabaran, kesungguhan yang memerlukan rasa penanggungan. Tak cukup orang berkata bahwa aku beriman tanpa menunjukkan bukti-buktinya hingga ia mengalami ujian lalu tegar dan keluar dari dalamnya dengan bersih dan hati yang jernih.”

Berwaspadalah sobat atas kesedihan dan kesenangan yang menyapa silih berganti. Segala sesuatu yang Allah takdirkan pada kita akan terlaksana di waktu yang semestinya. Kita sebagai hamba hanya bisa berserah dan megupayakan yang terbaik dalam pertarungan ini. Semoga segala perbekalan yang tengah kita persiapkan dalam mengarungi sedih dan senangnya hidup diridhoi oleh Allah hingga di saat menutup mata hanya rahmat dari-Nya saja yang kita harap selalu membersamai.

Baca Juga :  Inilah, 10 Manfaat Jika Kamu Rajin Minum Air Hangat

 

Sumber: Majalah Tarbawi. Edisi 67/ Th. 5/ Rajab 1424 H/ 4 September 2003 M.
Sumber gambar: https://tripuspitarini.files.wordpress.com.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More