Home / Artikel / Teman Sejati dari Kehidupan

Teman Sejati dari Kehidupan

 

“Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu., siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (Q. S Al-Mulk: 1-2)

Tinulis ID – Setiap insan, ketika menjalani kehidupan tidak pernah lepas dari ujian. Dalam kaca mata Islam, ujian ditempatkan sebagai keniscayaan Tuhan yang berarti diantara kekuasaan Allah adalah kehendak-Nya untuk menguji setiap manusia. Segala kekacauan, dari sudut tertentu harus dipandang sebagai ujian. Meski ujian itu sendiri bisa dikategorikan sebagai cobaan atau bencana.

Ibnu Abbas menjeaskan bahwa Allah menguji kalian dengan kesempitan serta kelapangan, kesehatan dan kelemahan, kekayaan dan kemiskinan, yang halal dan yang haram, kemaksiatan, petunjuk juga kesesatan. Jadi segala keburukan dan kebaikan yang hadir dalam hidup adalah ujian yang harus kita dilalui.

Ujian dalam bentuk sesuatu yang menyedihkan, seperti kata Sayyid Qutb, sangat mudah dijelaskan. Fungsi dari ujian semacam ini adalah untuk mengenali sejauh mana daya tahan seseorang, kesabarannya atas kesusahan, kepercayaan pada Tuhan dan pengharapan atas rahmat-Nya.

Ujian berikutnya adalah dalam bentuk kesenangan. Hal yang satu ini ternyata meluluskan lebih sedikit orang karena bersifat melenakan baik dengan harta, waktu luang, jabatan  atau kenikmatan duniawi lainnya. Banyak yang tegar ketika berjuang, menerjang, berusaha dan memacu karya. Tetapi alangkah sedikit yang tegar degan ujian istirahat dan waktu luang.

Sabagai makhluk yang telah mendeklaraskan keimanan, kita perlu merenungi kalimat dari Sayyid Qutb berikut: “Iman bukanlah kata-kata yang diumbar tetapi ia adalah hakikat yang punya beban, amanah yang memiliki cobaan, perjuangan yang memerlukan kesabaran, kesungguhan yang memerlukan rasa penanggungan. Tak cukup orang berkata bahwa aku beriman tanpa menunjukkan bukti-buktinya hingga ia mengalami ujian lalu tegar dan keluar dari dalamnya dengan bersih dan hati yang jernih.”

Berwaspadalah sobat atas kesedihan dan kesenangan yang menyapa silih berganti. Segala sesuatu yang Allah takdirkan pada kita akan terlaksana di waktu yang semestinya. Kita sebagai hamba hanya bisa berserah dan megupayakan yang terbaik dalam pertarungan ini. Semoga segala perbekalan yang tengah kita persiapkan dalam mengarungi sedih dan senangnya hidup diridhoi oleh Allah hingga di saat menutup mata hanya rahmat dari-Nya saja yang kita harap selalu membersamai.

 

Sumber: Majalah Tarbawi. Edisi 67/ Th. 5/ Rajab 1424 H/ 4 September 2003 M.
Sumber gambar: https://tripuspitarini.files.wordpress.com.

About Mariana Puspa Sari

Check Also

Harga dan Spesifikasi Lengkap Smartphone Lenovo K6 Terbaru

Harga dan Spesifikasi Lengkap Smartphone Lenovo K6 Terbaru

Tinulis ID – Lenovo, produsen smartphone dari China semakin menunjukkan keeksisannya di dunia smartphone. Setelah …

3 comments

  1. Maaf sy mau tanya, sy mengalami masalah dgn sahabat sy..tahun lalu sy membuat kesalahan yg menjadikan ia tak mau berbicara dgn saya..skrng dah hampir 1 tahun kita tak saling berbicara..padahal 1 kelas dan dekatan tempat duduk…sy berulang kali tapi nggk dimaafkan..bgaimana solusinya ya?

    • keslahpahamannya apa dulu nih bang ko bisa lama banget sihh, mungkin perlu pendekatan atau cuap-cuap kedianya .agar dia bisa kembali memaafkan dan temanan seperti sedia kala heehe.. coba deh baikin dia

  2. Terkadang minta maaf saja tidak cukup, cari akar permasalahan, jelaskan penyebab kesalahan&langkah apa yg akan diambil ke depannya agar kesalahan yg sama tidak lagi terulang. Ketika semua itu sudah anda lakukan tapi teman anda masih marah, berilah waktu baginya untuk berpikir, merasa dan berlaku sesuai apa yg ia mau, toh di pikiran anda tidak hanya permasalahn itu yg ada kan? Lanjutkan agenda anda ke depan dgn tetap bersikap baik padanya