Media Informasi Terkini

Perusahaan Sukanto Tanoto Melahirkan Masyarakat Peduli Api

0 60

Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh pengusaha Sukanto Tanoto memiliki misi khusus. Sebagai perusahaan peduli lingkungan, mereka selalu sadar akan perlindungan alam kepada masyarakat. Salah satu contohnya dilakukan oleh APRIL yang melahirkan Masyarakat Peduli Api.

Sukanto Tanoto mendirikan RGE pada 1967. Sejak saat itu, ia memiliki arahan kerja khusus yang menjadi patokan kerja bagi perusahaannya. Ia menyebutnya sebagai prinsip kerja 5C.

Di dalam arahan kerja tersebut terdapat salah satu poin utama, yakni kewajiban bagi segenap pihak di perusahaannya untuk berperan aktif dalam menjaga keseimbangan iklim. Ini sudah dijalankan dengan baik oleh perusahaan Sukanto Tanoto. Namun, mereka ternyata tidak sekadar mempraktikkan. RGE juga menyebarkan kesadaran perlindungan alam kepada khalayak.

Ini dilakukan oleh salah satu unit bisnis RGE, APRIL, dengan berbagai cara. Satu di antaranya adalah dengan menggulirkan program Masyarakat Peduli Api.

APRIL merupakan perusahaan Sukanto Tanoto yang bergerak di industri pulp dan kertas. Mereka menaruh perhatian besar terhadap kelestarian alam khususnya perlindungan lahan dan hutan dari bahaya kebakaran.

Kepedulian mereka dibuktikan secara nyata dengan menggelar Program Desa Bebas Api sejak 2015. Di sini, APRIL melakukan terobosan dalam pengelolaan kebakaran lahan dan hutan. Dibanding beraksi setelah kejadian, perusahaan Sukanto Tanoto ini memilih mencegah agar api tidak berkobar. Ini menjadi hal baru dalam penanganan masalah kebakaran di Indonesia.

Perusahaan Sukanto Tanoto Melahirkan Masyarakat Peduli Api
Source: Aprilasia.com

Namun, terobosan yang dihadirkan bukan hanya itu. APRIL juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi melindungi lahan dan hutan dari kebakaran. Untuk menarik minat, ada program insentif di dalam Program Desa Bebas Api.

BACA DULU : 

Adapun Desa Peduli Api merupakan bagian dari Program Desa Bebas Api. Ini adalah tahap awal sebelum sebuah desa bersiap mengikuti upaya penanggulangan kebakaran tersebut.

Baca Juga :  Brexit Has Created A Political Climate No Budget Can Fix

Di dalam Masyarakat Peduli Api, desa diperkenalkan terhadap Program Desa Bebas Api. Cara pengenalan bagi dilakukan melalui serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran penduduk desa yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui program ini, diperkenalkan konsep pengelolaan risiko kebakaran untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan lebih baik mengenai dampak negatif kebakaran dan asap kepada anak-anak serta anggota masyarakat lainnya.

Ini merupakan tahapan awal sebelum Program Desa Bebas Api. Diharapkan kegiatannya menjadi motivasi bagi desa-desa yang bergabung untuk lanjut ke tahap Desa Bebas Api yang menawarkan bantuan teknis hingga penghargaan.

Adapun bentuk kegiatan Desa Peduli Api difokuskan kepada empat jenis. Bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), APRIL menggelar program Fire Free Goes to School, Fire Free Goes to the Movies, Fire Free Religious Leaders, dan Fire Free Haze Awareness.

Dimulai dari Fire Free Goes to School. Kegiatan ini juga dikenal sebagai Program Sekolah Sadar Api. Di dalam kegiatan ini, APRIL menargetkan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama melalui workshop interaksi atau melalui media publikasi seperti komik. Para siswa sekolah diberi pemahaman mengenai bahaya kebakaran dan kerugian yang ditimbulkannya.

Para siswa diajak untuk berpartisipasi dalam lokakarya interaktif berupa diskusi dan seminar yang menarik. Namun, tentu saja prosesnya dilakukan dengan materi yang sesuai dengan anak-anak. Contohnya adalah dengan memanfaatkan komik sebagai bacaan anak.

Masyarakat Peduli Api mengkreasi komik Bunga dan Alam sebagai medium untuk mengedukasi para siswa. Komik-komik tersebut dicetak dalam jumlah banyak dan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.

Komik yang mengusung tagline “Bebas asap itu keren!” ini menampilkan dua karakter, yaitu Bunga dan Alam. Isinya mengajarkan tentang dampak buruk dari kebakaran lahan dan pentingnya tindakan pencegahan kebakaran.

Baca Juga :  NAV Karaoke, Tempat Andalan Nyanyi dengan Tarif Terhemat

Dalam melaksanakan Program Sekolah Sadar Api, APRIL tidak berjalan sendirian. Perusahaan Sukanto Tanoto ini menggandeng LSM untuk mengajak sekolah-sekolah di lima kabupaten di sekitar wilayah konsesi Restorasi Ekosistem Riau, di antaranya Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kuansing.

PENCAPAIAN YANG DIRAIH

Perusahaan Sukanto Tanoto Melahirkan Masyarakat Peduli Api
Source: Aprilasia.com

Program Sekolah Sadar Api sudah menjangkau sejumlah sekolah di Riau. Pada 2017, APRIL tercatat sudah mendatangi 81 sekolah yang terdiri dari 51 Sekolah Dasar dan 30 Sekolah Menengah Pertama. Di sana perusahaan Sukanto Tanoto itu memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA :

“Agak lumayan sulit untuk mengingatkan masyarakat supaya tidak menerapkan praktik pembakaran ketika mereka mencoba membersihkan lahan. Jadi dari sana lah kami berpikir, mungkin cara terbaik adalah dengan terlebih dahulu mendidik para generasi penerus, yaitu anak-anak,” kata Project Officer Masyarakat Peduli Api, Riana Ekawati.

Melalui Sekolah Sadar Api, APRIL memiliki tujuan lain, yakni menyebarkan pemahaman serupa ke keluarga. Diharapkan anak-anak mampu menyadarkan orang tuanya agar tidak membakar ketika membuka lahan.

“Upaya ini akan menjadi program jangka panjang untuk pencegahan praktik pembebasan lahan dengan cara membakar yang dilakukan oleh orang tua mereka. Ditambah lagi jika kita mendidik anak-anak, mereka akan dapat mengingatkan orang tuanya bahwa membakar lahan itu berbahaya sekarang,” ujar Riana. “Seorang ayah mungkin akan lebih mendengarkan apa yang dikatakan oleh anak-anaknya, dibanding mendengarkan apa yang kami katakan.”

Sementara itu, Fire Free Goes to the Movies digelar untuk masyarakat umum. Tim Masyarakat Peduli Api hadir ke desa. Di sana mereka memutar film yang tengah dikenal. Warga desa pun diundang untuk menyaksikannya.

Baca Juga :  Inside the Chinese Bitcoin Mine That's Grossing $1.5M a Month

Bersamaan dengan kegiatan itu, tim dari perusahaan Sukanto Tanoto juga memutar video peduli api untuk menyebarkan pesan pada masyarakat. Di sini kesadaran terhadap bahaya api ditanamkan.

Tim Masyarakat Peduli Api yang dicanangkan APRIL juga menggandeng para pemuka agama dari berbagai keyakinan untuk menjalankan kegiatan ini. Mereka diajak untuk ikut menyadarkan warga terhadap bahaya api dan kebakaran.

Proses penyadaran bisa dilakukan melalui acara-acara keagamaan yang dilakukan. Selain itu, bisa pula melalui proses informal. Namun yang jelas para pemuka agama ikut aktif berperan serta menyadarkan umatnya masing-masing tentang kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran.

Tiga kegiatan itu dilengkapi dengan Fire Free Haze Awareness. Ini merupakan penyadaran terhadap bahaya kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran. Kesehatan warga pasti akan terganggu. Selain itu, aktivitas perekonomian dipastikan terkendala jika kabut asap.

Proses penyadaran dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dalam pertemuan warga atau memanfaatkan media luar ruangan seperti poster atau pamflet. Selain itu, komunikasi intens dilakukan oleh tim yang bertemu warga secara langsung sehari-hari.

Setelah melalui tahapan Masyarakat Peduli Api, desa yang berpartisipasi diarahkan untuk mengikuti tahap berikutnya, yakni Desa Bebas Api. Di fase ini tingkat partisipasi masyarakat secara aktif diharapkan. Pasalnya, di sini ada dukungan dan insentif yang diberikan.

Desa bakal memperoleh insentif berupa dana pembangunan infrastruktur senilai Rp50 juta hingga Rp100 juta. Syarat, desa mampu menjaga areanya bebas dari kebakaran selama satu tahun. Nanti APRIL akan mendukung pembuatan fasilitas sesuai yang dibutuhkan masyarakat seperti jembatan atau sekolah.

Lewat kegiatan semacam ini, Royal Golden Eagle sukses menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Secara khusus, perusahaan Sukanto Tanoto bisa menyadarkan warga tentang bahaya kebakaran.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More