Media Informasi Terkini

Menjadikan Personal Branding Sebagai Rekam Jejak di Era Digital

8 246

Perkembangan Teknologi semakin maju dan berkembang seiring berjalannya waktu, sehingga membuat sebuah perubahan yang drartis. Dimulai dari perubahan bidang teknologi menjadikan perkembangan ekonomi digital semakin diminati oleh kalangan masyarakat modern ini.

Gaya hidup yang serba mewah sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang berada dikota, mulai dari tongkrongan, pekerjaan, kencan dan gaya hidup lainnya yang lebih sering mereka lakukan demi gaya-gayaan semata. Dilain sisi gaya hidup modern sangat jauh berbeda sekali dengan gaya hidup seblumnya, sekarang sudah bermunculan transaksi online dan uang digital yang di inisiasi oleh beberapa kalangan disemua sektor dalam menunjang hemat kegiatan masyarakat.

Pernahkah kamu mendengar sebuah kata “Pencitraan”.? Kata pencitraan ini sebenarnya mempunyai persamaan kata atau istilah dengan konotasi yang lebih positif yaitu personal branding. Betul sekali teman-teman pasti jika mendengar kalimat personal branding, yang pasti mengira sebuah brand yang memiliki sebuah produk, bisnis atau service . Bukan hanya kalangan artis, atlit atau politikus yang membutuhkan personal branding dan setiap orang yang progresif juga butuh mengerti serta melakukan usaha membranding dirinya sendiri.

BACA DULU : 

Haruskah Personal Branding?

Personal Branding adalah bagaimana kamu membangun atau mempromosikan apa yang diperjuangkan. Mungkin Kamu lebih sering mendengar penggunaan istilah Brand pada merek-merek ternama semacam Aqua. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa diterapkan juga pada diri pribadi.

Personal branding yang baik merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan kamu sebagai sosok yang sekarang adanya. Personal branding juga bisa jadi pembeda kamu di antara milyaran sosok profesional lainnya di sekitar.

Menurut sebuah badan konsultasi karir CareerBuilder, “Lebih dari setengah atasan dan pemilik bisnis tidak mau memperkerjakan calon-calon kandidat karyawan atau pekerja potensial tanpa representasi online yang baik”.  Selain itu, “Lebih dari separuh konsumen lebih memilih untuk berbisnis dengan freelancer/perusahaan karena suatu kehadiran online yang kuat dan positif”.

Langkah Membangun Sebuah Personal Branding

Menjadikan Personal Branding Sebagai Rekam Jejak di Era DigitalDalam membangun Personal Branding dalam komunikasi bisnis, bisa dibilang sebagai pencitraan awal dari sebuah prestasi atau kemampuan seseorang dalam menonjolkan akan bakat yang dimilikinya. Dengan seiring waktu Personal branding yang baik memiliki ritme atau langkah-langkah yang bisa membangun dari hal yang terkecil hingga kesempatan peluang besar bagi mereka yang ingin membangun sebuah branding di era digital ini.

Baca Juga :  Kumpulan Menu Buka Puasa Yang Praktis Dan Mudah Dibuat

1. Mengenal Diri Sendiri

Sebelum kamu terjun untuk melakukan personal branding, alangkah baiknya kamu mengenali karakteristik, kemampuan dan ciri khas yang menonjol pda diri pribadimu. Nah setelah mengenal diri sendiri otomatis akan terindikasi, langkah apa yang harus dipersiapkan untuk menunjang kebutuhan branding.

Dan jangan paksakan dirimu ketika kamu memiliki minat A, dan memaksakan untuk kemampuan minat B. Disini sangatlah penting dalam menganalisa atau mengenal diri sendiri untuk menunjukan sebuah personal brand ke khalayak publik.

2. Memberikan sebuah Pembelajaran untuk orang lain

Jika kamu inginmembangun personal brand, cobalah untuk memberikan sebuah ilmu atau pembelajaran melalui bidang yang kamu minati dan cobalah untuk berbicara di depan umum secara regular, entah itu dengan cara memberikan workshop, kuliah online, kultum dan lain sebagainya. Hal tersebut akan membantu kamu dalam mengembangkan keahlian berkomunikasi secara alami dan mampu membuat kamu agar stand out dari orang lain. Oleh karena itu memiliki kemampuan public speaking yang baik itu sangatlah penting.

3. Membangun Keberadaan Online-mu

Siapa sih yang tidak memiliki akun media sosial di era millennial ini? Ya, tentu pasti jawabanya adalah semua orang pasati mempunyai akun sosial media salah satu dari banyaknya jenis sosial media sekarang ini. Saya sarankan untuk memilih satu akun sosial media yang kamu minati dan yang akan difokuskan sebagai media brandingnya.

Dan pentingnya konten visual sebagai pendukung personal branding di Media sosial karena 63% konten di media sosial terdiri dari gambar, 50% pengguna internet pernah melakukan repost foto atau video, 54% pengguna internet pernah mem-post foto atau video original yang mereka ambil atau rekam sendiri, Konten dengan gambar relevan mendapatkan 94% lebih banyak views dibandingkan dengan yang tidak, Otak manusia memproses konten visual 66.000 kali lebih cepat dari konten teks, 99% informasi yang dikirim ke otak manusia berupa visual.

Baca Juga :  Belajar Ngeblog Bareng Ulil Abshar

4. Belajar Hal yang Baru

Tidak peduli seberapa ahli dalam bidang kamu saat ini, sangatlah bijak untuk mengingat bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, melainkan akan selalu berubah dengan cepat sekali. Lebih cepat apa yang kita bayangkan. Dari sinilah kita harus mempunyai kemampuan dalam hal akan ketidakpuasan hasil dari apa yang telah diusahakan, tetap terus belajar hal-hal yang baru jika ada beberapa yang belom digoalkan dalam membangun sebuah branding, memang pada hakikatnya membutuhkan waktu dan proses untuk membangun sebuah personal branding, jika kamu tidak bisa untuk stay relevant maka segala yang telah kamu usahakan akan menajadi sia-sia.

BACA JUGA :

Mengenal Ekonomi Digital

Menjadikan Personal Branding Sebagai Rekam Jejak di Era Digital

Saat ini kita telah memasuki dunia digital, sesuatu hal memungkinkan dapat dikendalikan dari segala tempat melalui jaringan internet dengan perangkat gadget atau smartphone. Hal itu semakin memudahkan mobilitas masyarakat dalam berkegiatan sehari – hari termasuk dalam dunia bisnis khususnya dalam bidang ekonomi kreatif, sehingga fenomena ini semakin mengukuhkan dunia menuju arah ekonomi digital. Misalnya secara sederhana kita mengenal email, penggunaan website, aplikasi, dan pengelolaan produk secara online, serta transaksi online.

Peluang yang begitu menantang telah mengantarkan Indonesia ke pintu persaingan ekonomi. Tentunya sudah tidak bisa dielakan, ketika setiap produk-produk lokal yang ada diseluruh wilayah Indonesia harus mampu bersaing di tingkat global. Supaya produk yang dihasilkan masyarakat memiliki daya saing, tentunya hal ini menjadi bagian terpenting, bahwa pasar online menjadi solusi guna memudahkan dan memperkenalkan produk kreatif masyarakat kepada konsumen baik Nasional maupun Internasional.

Berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarap potensi pada ekonomi digital, salah satunya juga dilakukan oleh Indonesia. Pemerintah sendiri telah mencanangkan target pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun. Terlebih, survei APJII pada 2016 yang mengungkapkan pengguna internet Indonesia ada 132,7 juta akan terus mengalami peningkatan seiring masih banyaknya masyarakat dan daerah yang akan dipenuhi kebutuhan layanan internetnya.

Baca Juga :  Kamu Harus Berhati-hati, Ketika Diabetes Mengintai

Salah satu program pemerintah RI adalah melalui Palapa Ring (jaringan serat optic nasional) dan peluncuran satelit yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2019, yang nantinya akan melayani kebutuhan internet cepat diseluruh daerah di Indonesia.

Rangkul Rekan Bisnis dan Manfaat yang Diberikan

Untuk memanfaatkan hubungan kerja sama digital atau jejaring bisnis, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan langkah berikut:

  • Menjalin hubungan kerja sama baru: Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan rekanan baru atau bahkan pesaing lama untuk menawarkan jangkauan yang lebih luas dan proses digital yang lebih efisien.
  • Model bisnis berbasis data: Informasikan data yang berharga melalui beragam jejaring digital untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih erat dengan penyedia jasa dan distributor utama kamu.
  • Menjalin jejaring kerja sama: Kolaborasi dalam sistem pasar vertikal adalah kunci untuk menciptakan nilai perusahaan.
  • Pengalaman pengguna: Penyedia jasa dan distributor juga adalah konsumen, dan mereka pun mulai terbiasa dengan pengalaman konsumen digital. Aplikasi bisnis harus mampu memberikan pengalaman pengguna yang sama, melalui penggunaan yang mudah dan intuitif.

Kembali dengan model bisnis tradisional yang tertutup, perusahaan saat ini justru mendapat keuntungan dengan berbagi data, informasi, dan pola perilaku konsumen ke rekan bisnis dan para pemangku kepentingan. Pendekatan ini pada akhirnya akan mempertajam penawaran produk sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan di mata konsumen, rekan bisnis berikutnya, dan juga para investor!

Dalam hal potensi ekonomi digital, sebagian besar perusahaan baru memanfaatkan permukaanya saja. Seiring dengan kemajuan ke arah hiperkonektivitas oleh Internet of Things, hubungan kerja sama akan menjadi semakin penting. Tidak terelakkan lagi, hal ini akan memperluas jangkauan ekosistem digital, yang pada akhirnya akan mendorong beragam sektor ekonomi semakin terkoneksi secara digital.

Demikian artikel yang bisa penulis sampaikan dengan pembahasan bagaimana Menjadikan Personal Branding Sebagai Rekam Jejak di Era Digital, semoga bisa memberikan sebuah informasi yang bermanfaat bagi saya pribadi dan khususnya untuk pembaca setia blog saya ini. Jangan sungkan untuk memberikan sebuah saran atau kritikan yang membangun melalui kolom komentar di bawah. Thanks and let’s share guys. 🙂

Show Comments (8)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More