Home | Artikel | Pengajaran Sirah Nabi yang Efektif untuk Anak
jawaban dari seorang anak kecil
jawaban dari seorang anak kecil

Pengajaran Sirah Nabi yang Efektif untuk Anak

Tinulis ID – Mengenalkan Rasul adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari proses penanaman akidah kepada anak. Hal tersebut juga harus beriringan dengan pengenalan kepada Alloh S. W. T dan kedua proses itu harus dimulai sejak dini. Ali Zainal Abidin, putra Husain, cucu Rasulullah S. A. W pernah berkata, “Sesungguhnya kami (tabi’in) diajarkan sirah oleh orang tua kami (para sahabat Nabi) seperti mereka mengajarkan kami Al-Qur’an.”

Ini menunjukkan dengan tegas bahwa mengajarkan sirah sama pentingnya dengan mengajarkan Al-Qur’an. Hal ini dikarenakan wahyu dari Allah turun di tengah-tengah kehidupan Rasul bahkan sebagian ayatnya  diturunkan Alloh karena peristiwa yang terjadi di sekitar Rasul. Di luar itu semua, pengenalan kepada Rasul adalah bagian dari kesaksian (syahadat) seorang muslim setelah kesaksiannya kepada Allah. Maka konsep pengenalan Rasul masuk ke dalam penegakan tauhid dalam hati anak. Bila orang tua lalai dari hal ini, berarti mereka gagal menegakkan tauhid dalam diri putra-putrinya.

Beberapa aspek penanaman sirah yang bisa dilakukan oleh orang tua menurut Nur Hamidah Lc, M. Ag adalah: Pertama, aspek pendengaran. Orang tua bisa menyediakan media dan konten audio yang diperlukan untuk proses pengenalan tersebut. Akrabkan anak dengan kata-kata “Muhammad”, “Rasulullah” dan identitas kenabian yang lain melalui indera pendengaran. Kedua, aspek visual. Penyediaan konten visual juga diperlukan untuk menunjang tersampainya sirah kenabian pada anak, seperti: film-film animasi, komik atau kaligrafi yang bertuliskan nama Rasul. Meski belum bisa membaca, anak tetap dikenalkan tulisan Allah dan Rasul juga cara membacanya. Bisa juga disediakan puzzle yang bertuliskan Allah atau rasul.

Ketiga, aspek perilaku. Penanamannya bisa melalui berbagai pembiasaan dalam keseharian. Mulai dari yang sederhana, seperti makan dengan tangan kanan, mengucap bismillah sebelum memulai sesuatu yang baik, mengucap salam ketika akan masuk rumah, dan sebagainya. Buatlah anak berpikir bahwa semua hal-hal baik yang telah ia lakukan karena Rasul yang memberi contoh. Penanaman melalui tiga aspek ini bisa dilakukan secara bersamaan, tergantung usia anak dan kemampuan orang tua dalam menjalankan prosesnya. Konsep tauhid yang benar sangat berpengaruh pada pemahaman akidah anak, karena itu persiapkan dan lakukanlah sebaik mungkin.

 

Sumber: Majalah Ummi No. 4 XXVII April 2015

About Mariana Puspa Sari