Media Informasi Terkini

5 Penelitan tentang Puasa yang Perlu Anda Tahu

0

 

Tinulis ID – Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis bahwa hampir semua penyakit bersumber dari makanan dan minuman. Dua hal itu masuk dan mempengaruhi organ-organ pencernaan dalam perut. Ketika berpuasa, organ-organ pencernaan yang biasanya bekerja secara terus-menerus untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

“Lambung (perut) adalah kolam tubuh. Urat-urat seluruhnya bermuara kepadanya, karena itu jika lambung sehat maka urat-urat akan tumbuh sehat, jika lambung sakit maka urat-urat akan tumbuh sakit.” (H. R Thabrani)

Dalam lima penelitian ilmiah di bawah ini, kebenaran akan hadis di atas dapat dibuktikan

  • Muhammad Dawahiri dari Universitas Kairo menelti hubungan antara puasa dengan penyakit kulit. Ternyata daya tahan kulit terhadap penyakit jauh lebih kuat dan kulit menjadi lebih cerah ketika berpuasa.
  • Vladimir Niktin meneliti tikus putih yang dipuasakan dan ternyata umurnya mencapai empat tahun dari umur rata-rata hewan tersebut yang biasanya hanya 2,5 tahun.
  • Alan Cott, seorang pakar pengobatan Amerika Serikat melaporkan bahwa hasil penyelidikan psikologi membuktikan puasa mempengaruhi derajat kecerdasan seseorang. Ujian tertulis dilakukan terhadap sekumpulan orang yang rajin berpuasa dan sekumpulan orang yang tidak melakukannya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa orang yang rajin berpuasa memperoleh skor yang jauh lebih tinggi dalam ujian dibandingkan dengan yang tidak.
  • Penelitian di Universitas Osaka, Jepang di tahun 1930 tentang pengaruh puasa terhadap daya tahan tubuh. Di hari ketujuh, orang yang melakukan puasa mengalami peningkatan jumlah sel darah putih. Sel darah ini berfungsi sebagai pembuhuh virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  • Lembaga penelitian ternak Amerika melakukan riset terhadap 864 ayam petelur yang produksinya semakin menurun. Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok ayam petelur yang telah bertelur selama tiga bulan secara terus-menerus dan di bulan keempat mengalami penurunan produksi hingga 75%. Pada kelompok pertama, ayam tidak diberi makan selama beberapa jam dalam jangka waktu sepuluh hari (dipuasakan). Sedangkan di kelompok kedua ayam-ayam diberi makan seperti biasa. Hasilnya, pada kelompok pertama, produktivitas bertelurnya kembali seperti semula sedangkan pada kelompok kedua (yang tidak dipuasakan) tidak mengalami peningkatan hasil.
Baca Juga :  Tips Menghadapi Bulan Ramadhan

Itulah perihal mengenai penelitian puasa ramdahan yang pelu kita ketahui, sebagai mana rahasia dibalik bulan suci ramdhan memiliki segudang hal yang tidak bisa di duga-duga oleh manusia, seperti terjadinya lailatul qodar. tetap istiqomah dan semangat menjalankan puasa ramadhan, perbanyak amal & dzikir insya allah akan menjadikan ketenangan di dalam jiwa nya.

Sumber Artikel:
Rahmadi, Agus. 2012. Menjadi Dokter di Rumah Sendiri Secara Islami dan Alami. Jakarta: KS Production.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More