Beranda Artikel Menyusuri Nusantara Bareng Teknologi

Menyusuri Nusantara Bareng Teknologi

51
1
BERBAGI

Menyusuri Nusantara Bareng Teknologi – Hari ini aku bisa berkeliling ke Papua menikmati indahnya Raja Ampat, menghadiri tambang batu bara di Kalimantan, dan juga menuntaskan shalat Ashar di Masjid Raya Aceh. Sungguh indah menghabiskan pagi di Indonesia Timur dan mengakhiri perjalanan di Indonesia Barat.

Dari Sabang sampai Merauke tak ada cacat sama sekali, semua terlihat indah dan mempesona. Waktu itu aku melihat bentangan Merah Putih yang berkibar gagah di celah-celah Nusantara. Meski bulan kemerdekaan telah berlalu, merdeka tetaplah merdeka. Tak pandang hari atau bulan, karena Indonesia akan senantiasa merdeka.

Inilah Indonesia sekarang, begitu terbuka untuk dijelajahi. Tak kenal waktu dan usia, semua bisa menikmati indahnya dengan satu genggaman saja. Ya, aku sekarang bukan hanya membicarakan Indonesia, tapi juga teknologi. Adanya teknologi yang semakin canggih, Indonesia yang terbentang kaya dari Sabang sampai Merauke bisa kita nikmati secara mudah. Maka manakah nikmat Tuhan yanh telah kita dustakan?

BACA JUGA:

Sekurang-kurangnya hari ini aku telah berkeliling ke semua pulau besar Indonesia. Aku bisa menikmati jernihnya Raja Ampat. Bukan hanya air yang jernih, dunia lautnya membuatku takjub dan enggan untuk kembali ke daratan. Semua ini tidak akan kunikmati jika bukan karena teknologi.

Selanjutnya aku aku berjalan menyusuri Kalimantan, berkunjung ke pertambangan batu baranya, berlari-lari di tengah hutan indahnya, sungguh semua ini akan sulit aku dapatkan jika bukan karena teknologi.

Lagi-lagi perutku terasa lapar. Karena aku orang Jawa, entah kenapa lidahku ingin menikmati sedapnya nasi pecel Madiun. Tak menunggu waktu lama, hanya butuh waktu satu sampai dua menit, sedapnya nasi pecel Madiun yang ditemani dengan tahu kuning Kediri sudah siap dihadapanku. Lagi-lagi ini semua atas nama teknologi.

Selepas menikmati nikmatnya pecel Madiun, aku ingin beribadah di Masjid Raya Aceh. Sebuah rumah ibadah yang tetap kokoh meski bencana melandanya. Segera kuambil air wudlu dan beribadah sekhusuk mungkin.

Hari sudah mulai gelap, segera kubersihkan diri sambil menata rencana perjalanan malamku. Sepintas ide melintang, kenapa malam ini aku tidak menghabiskan perjalananku di Bali. Tentu akan sangat indah jika bersantai ria di tepi pantai sambil menikmati cantiknya bintang yang menghiasi malam. Yang tak kalah penting, wajib ada kopi hitam yang siap memanjakan lidah. Oh Tuhan, betapa agung alam ini, bisa kunikmati hanya dengan genggaman teknologi.

BACA JUGA:

Inilah teknologi, sebuah anugrah Tuhan yang mampu mempercepat apa yang seharusnya lambat. Mendekatkan apa yang nyatanya jauh. Dan mempermudah apa yang seharusnya sulit. Semua ini karena teknologi. Beruntunglah orang yang hidupnya tak lepas dari teknologi, bahkan lebih beruntung mereka yang mampu menguasai dan mengembangkannya.

Hidupnya bukan hanya berpotensi untuk lebih mudah dan segalanya dipercepat (baca: harapannya), dan berkat mereka jugalah semua ini bisa kita nikmati. Lagi-lagi ini atas nama teknologi.

Ada sebuah harapan kecil yang terbesit di hati atas nama teknologi. Blogger, dialah salah satu peran utama dibalik hebatnya teknologi. Semua perjalanan saya bisa terlaksana berkat kiprah blogger.

Terima kasih para blogger, berkat kerja kerasmu perjalananku hari ini sangat membahagiakan. Semua terasa mudah karena informasi. Informasi yang begitu cepat mengantarkanku pada perjalanan yang takjub. Dari Sabang sampai Merauke terasa begitu cepat. Terima kasih teknologi.

Sekali lagi, aku hari ini bisa berkeliling dari Papua, Kalimantan, Jawa dan Sumatra, semua karena teknologi. Pernah saya muat di Dunia Internet.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here