Home | Artikel | Menulis Untuk Kemajuan dan Perubahan

Menulis Untuk Kemajuan dan Perubahan

TINULIS.ID – Menulis merupakan salah satu pekerjaan yang digeluti manusia. Menulis dari sepak terjangnyabisa dikatakan sebagai salah satu pekerjaan tertua sepanjang sejarah manusia, bahkan kedudukannya sepangku sejajar dengan membaca. Ketika seseorang telah membaca maka akan sempurna bacaannya manakala dituangkan kembali dalam bentuk tulisan.

Era Yunani klasik kegiatan membaca dan tulis menulis ibarat dua sejoli yang tak bisa dipisahkan. Ketika seorang sudah membaca suatu karya maka ia akan segera menuliskannya kembali dengan perspektif yang baru. Sirkulasi keilmuan yang semacam inilah yang didambakan, sebab suatu ilmu akan terus berkembang dengan perspektif perspektif baru.

Tentu dari kita juga mengenal beberapa nama seperti Plato dan Aristoteles. Kedua filsuf besar ini hidup di abad yang sukar ditemukan alat tulis secanggih sekarang, tinta yang digunakannya pun juga terbatas, namun jika dilihat dari karyanya, mereka menuliskan ilmunya tanpa batas.

Kekurangan alat bukan menjadi alasan utama mereka tidak menuliskan suatu karya, namun dengan kecintaan mereka atas kebijaksanaan dan ketakjuban atas alam semesta, mereka terpanggil untuk menuliskan pemikirannya guna sebuah perubahan dan kemajuan.

Terlalu berat memang rasanya jika harus berkaca pada kedua filsuf besar tersebut, tetapi apa salahnya jika itu digunakan sebagai ajang memotivasi diri agar semangat dan terus berkarya. Menulis bukan hanya sekedar menorehkan tinta di atas kertas, melainkan membentuk dan menata sebuah kehidupan. Tatanan yang kita tuahkan dalam bentuk tulisan sama nilainya dengan tatanan baru yang kita inginkan.

Misalnya ketika seseorang mengharapkan sebuah tatanan baru dalam sosial politik, di mana masyarakat tidak lagi dipetakan dalam sebuah kelas, maka Marx pun menuliskan idenya tentang masyarakat tanpa kelas. Dari apa yang dituliskan oleh Karl Marx terlihat jelas wujud perubahannya, di mana tak sedikit ideologi kita terpengaruhi oleh karyanya yang mengusung ide masyarakat tanpa kelas.

Ke mana kita harus membuktikannya? China adalah salah satu negara bentukan dari karya Karl Marx, yakni suatu negara yang mengusung ide komunisme sebagai tatanan sosiopolitik. Lagi-lagi sebuah karya mampu membuat tatanan dunia baru.

Bukan hanya Karl Marx yang sukses mengubah dunia dengan karya-karyanya, kita juga perlu menengok kedua filsuf besar. Duet maut antara guru dan murid, yakni Plato dan Aristoteles juga mampu mempengaruhi pola pikir manusia sejagad raya karena karya-karyanya.

Sebutlah dari paham Realisme yang dibawakan Aristoteles dan faham Idealisme yang gagas oleh Plato, tak tanggung-tanggung keduanya mampu melahirkan pemikiran filsafat baru, sebut saja Rasionalisme, Empirisme, Eksistensialisme, Materialisme dan lain sebagainya. Kesemua ini lahir dari dua sejoli yang tak tanggung-tanggung dalam menuliskan karyanya, yakni Plato dan Aristoteles.

Menulis adalah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Kita paham bahwa saat ini kita hidup di era teknologi, di mana dalam hitungan menit seseorang bisa mengakses ratusan informasi secara cepat dan instan. Keberadaan seorang penulis yang berpengaruh kian lama kian didambakan, sebab sebuah perubahan atau revolusi tidak lagi ditegakkan melalui media senjata atau semisalnya, melainkan cukup melalui media internet.

Menjadi seorang penulis juga bukan perkara yang mudah. Menjadi seorang penulis juga merupakan suatu pilihan yang besar. Ketika seseorang mendeklarasikan diri menjadi seorang penulis, maka ia dituntun untuk membawa pengaruh dengan apa yang ia tuliskan. Seseorang bukan lagi ditanya menulis tentang apa, melainkan menulis untuk apa. Dan inilah salah satu landasan besar mengapa seorang menulis.

Kolaborasi antara penulis dengan media internet maka lahirlah seorang penulis di media maya, yakni blogger. Keberadaan blogger saat ini dirasa banyak yang mempertanyakannya, sebab dari sekian banyak blogger namun pengaruh yang dibawakannya hanya tak seberapa. Lantas mengapa demikian, dan ternyata hampir semua kiprah blogger di internet tak lain halnya bukan untuk perubahan atau kepengaruhan, melainkan untuk mencari penghasilan dari adsanse.

Sikap semacam itu bukan salah kaprah, namun perlu diluruskan kembali. Akan lebih agung kedudukannya manakala seseorang blogger benar-benar ingin mengharapkan sebuah kemajuan dan perubahan. Contohlah Plato, Aristoteles dan banyak filsuf yang lain.

Mereka menulis bukan untuk materi, melainkan murni karena untuk perubahan masyarakat yang lebih baik dan cerdas. Tak sedikit karya yang mereka ciptakan meski dengan keterbatasan, namun hasil yang mereka peroleh tak terbatas jumlahnya.

Sudah waktunya seorang blogger menata kembali niatnya, bahwa menjadi seorang blogger bukan lagi hal yang tabu, tapi membanggakan. Menjadi seorang blogger yang membanggakan tentunya bukan hanya sekadar ngeblog, tapi apa yang ia tulis mampu membawakan sebuah ide baru guna kemajuan dan pembaharuan.

Di era digital seperti ini blogger memiliki peluang besar tersebut. Di mana ketika kita memiliki sebuah media yang memuat gagasan gagasan kemajuan dan pembaharuan, maka sama nilainya kita mengabadikan diri untuk kemanusiaan. Kualitas blogger ditentukan oleh apa yang dia tulis. Tulisan yang baik dan maju ialah akan terus relevan sepanjang zaman. Ia tak tabu dibaca sepanjang waktu, alias bukan hanya habis dibaca dan selesai dilupakan begitu saja.

Gagal memanfaatkan keadaan ialah salah satu bentuk langkah ceroboh. Ketika seorang blogger yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai penulis media maya, namun jika yang ia tulis hanya sebatas untuk dirinya sendiri, maka cukup sampai di situ saja.

Langkah semacam ini adalah kecerobohan yang harus diluruskan, keahlian di dunia blogger haruslah dimanfaatkan untuk sebuah kemajuan. Karenanya kini tak sedikit penikmat informasi dunia maya mengharapkan kehadiran blogger yang membawa gagasan menyegarkan dan memajukan, bukan lagi informasi beku dan monoton semata.

Saatnya blogger merevolusikan diri sebagai pengabdi negeri. Apa yang dituliskannya haruslah bernafaskan kemajuan, kemajuan dalam segala bidang. Jika untuk saat ini kita memiliki wawasan luas dalam bidang pendidikan, maka tulislah gagasan gagasan pendidikan yang dibutuhkan oleh negeri ini.

Bukan lagi yang bersifat teoritik, melainkan bernilai karakter. Mungkin itulah segelintir kebutuhan negeri ini akan dunia pendidikan, bukan lagi teori teori yang dibutuhkan, melainkan nilai karakter.

Sikap peka, sadar dan bergerak memang perlu ditanamkan. Seorang penulis yang peka akan lingkungan maka ia akan cepat merespon, tentunya respon itu akan jauh lebih baik dan sempurna bila dilandasi dengan kesadaran. Setelah kepekaan dan kesadaran kita genggam, langkah selanjutnya ialah kita bergerak, yakni dengan menuangkan gagasan kemajuan dan perubahan untuk negeri.

Semoga dengan sedikit ide dan gagasan ini kita sebagai blogger bukan lagi menggebu-gebu soal adsanse atau semisalnya. Mulailah menulis untuk sebuah perubahan dan kemajuan. Jika ingin membuka jendela lebih luas lagi, blogger memiliki sejumlah PR besar di sana, salah satunya ialah bagaimana seorang blogger mampu mengembalikan nilai nilai kemanusiaan yang beradab melalui media sosial?

Nah, apa yang sudah anda tuliskan untuk kemajuan Indonesia? Seberapa pengaruh karya anda untuk Indonesia? Apakah kita sudah cukup dengan apa yang telah kita tuliskan? Bagaimana respon masyarakat dengan tulisan yang telah anda buat? Jika apa yang Anda tuliskan belum mampu menggerakkan dan memajukan bangsa Indonesia, maka kali ini kami mengajak anda untuk bersatu padu, bergerak serentak, berjalan seirama dengan satu tujuan yang sama, yakni memajukan dan mencerdaskan bangsa Indonesia.

Untuk itu kami mengadakan program Blogger Bersama Menulis (BBM) untuk Indonesia dalam benruk perlombaam dan dengan ini pula kita akan bersatu dan meneriakkan suara blogger untuk Indonesia. Semoga dangan upaya ini banga Indonesia lebih peka, sadar dan bergerak serentak untuk maju bersama.

About Kak Amel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *