Beranda Inspirasi MENGENAL SEJARAH DAN MANFAAT KEBERADAAN TBM

MENGENAL SEJARAH DAN MANFAAT KEBERADAAN TBM

69
0
BERBAGI

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, keberadaan gedjet dan sejenisnya merebah diberbagai tempat dan kalangan. Mulai dari kota hingga pelosok desa. Mulai anak-anak hingga dewasa. Mereka menggunakannya dengan berbagai kebutuhan pribadi maupun kelompok.

Jika melihat dari segi positif, keberadaannya menjadi kemajuan tersendiri suatu bangsa. Eksistensi dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan Ilmu dan Pengetahuan Teknologi (IPTEK).

Setiap titik aktivitas global sangat bergantung pada penguasaan IPTEK, maka dari itu hendaknya setiap generasi menguasai IPTEK agar keberadaan gedjet dan sejenisnya tidak dipergunakan untuk hal-hal yang kurang baik.

Jika kita melihat negara yang menjadi ‘Macan Asia’ saat ini, yaitu Jepang, mencapai kemajuan yang luar biasa. Menjelang kemerdekaan Republik Indonesia, negara Jepang adalah negara yang porak poranda akibat pemboman yang dilakukan oleh Amerika. Pada saat itu Jepang kehilangan banyak aset, baik fisik maupun non fisik.

Tidak hanya itu, sumber daya manusiapun banyak yang menjadi korban. Namun, apa yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun? Negara ini telah bangkit dan menjadi negara yang maju. Lalu, apakah kunci dibalik kesuksesan yang telah di capai negara tersebut? perlu diketahui bahwa kesuksesannya adalah pendidikan.

Usai pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, ketika itu Kaisar Hirohito langsung memerintahkan untuk menghitung berapa jumlah guru yang tersisa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa.

BACA JUGA :

Suyanto menyatakan bahwa pendidikan merupakan instrumen yang sangat penting bagi setiap bangsa  untuk meningkatkan daya saingnya dalam tatanan masyarakat dunia global. Banyak negara maju yang selalu membangun dunia pendidikannya tanpa henti.

Amerika Serikat misalnya, selama bertahun-tahun sangat gencar memikirkan peningkatan kualitas pendidikan. Negara adidaya ini sadar bahwa kualitas pendidikan sangat menentukan masa depan bangsanya, dikutip dari Kompas(2/3/2003).

Taman Bacaan Mayarakat (TBM) merupakan salah satu program pendidikan sebagai tindak lanjut dan implementasi program pemerintah yang turut mendukung keberhasilan pembangunan dunia pendidikan. Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 26 ayat (4).

Dalam undang-undang tersebut tercantum bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar mengajar, mejelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

Pada tahun 1950an, rupa-rupanya program taman bacaan ini telah dirintis, yaitu berupa program kegiatan Taman Pustaka Rakyat (TPR). Kemudian pada tahun 1992/1993 diperbaharui dengan adanya program kegiatan TBM.

Dengan adanya kegiatan TBM ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca (reading society).

Selain itu, dengan kegiatan TBM ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal pengembangan diri, bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat.

Selain dalam bidang pendidikan, keberadaan TBM sangat membantu dalam perekomian. Ketersediaan bahan bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, membantu dalam mewujudkan peningkatan sumber daya manusia. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh TBM membantu masyarakat berinovasi dan berkreasi agar mempunyai keterampilan tersendiri.

Dalam bidang kebudayaan dan kemasyarakatan, TBM ini mempunyai peranan penting di dalamnya. Hal ini bisa kita lihat di media sosial mengenai kegiatan masing-maing TBM. Kebanyakan TBM membudayakan dan memasyarakatkan masyarakat dengan berbagai kegiatan dan pelatihan yang diadakan.

Kerap kali TBM-TBM ini mengadakan permainan tradisional yang belakangan ini hampir pudar. Selai itu, pelatihan-pelatihan yang diadakan, seperti pelatihan menari, bermain musik tradisional, dan lain sebagainya sangat membantu dalam hal berbudaya. Hasilnya setiap kali ada kegiatan, para peserta kegiatan ini kerap kali diundang untuk menampilkan karyanya.

Dalam hal informasi, TBM-TBM ini banyak yang mempunyai majalah dinding (Mading) yang dipajang di depan TBM. Informasi terkini yang diperlihatkan sangat membantu masyarakat akan kebutuhan informasi mutakhir. Papan Mading ini juga dapat dipakai oleh Pemerintah setempat untuk memberikan informasi terhadap warganya.

Selain Majalah Dinding (Mading), TBM-TBM ini mempunyai akun mediasosial lain, seperti website, blog, instagram, facebook, watsapp, dan lain sebagainya. Keberadaan media ini sangat membantu dalam menampilkan kegiatan-kegiatan TBM yang telah dan akan dilaksanakan.

Nah, di sinilah peran keberadaan gedjet sangat diperlukan. Hal semacam ini membuat pemakaian gedjet dilakukan secara positif dan memberikan informasi kepada pembaca mengenai kegiatan-kegiatan yang TBM lakukan.

BACA JUGA :

Selain uraian di atas, upaya pemetaan dan peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam berkreasi dan berinovasi dilakukan oleh masing-masing TBM. Penyesuaian terhadap lingkungan dan kesesuaian umur dalam berkegiatan, membuat pengelola TBM harus merancang dengan sebaik mungkin.

Sebagai contoh, kegiatan anak-anak dan kaum lansia juga dibedakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Adapun semisal digabungkan pun bisa saja, tergantung pada program masing-masing TBM.

Lalu, apakah manfaat keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bagi masyarakat? Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatn TBM. Berikut adalah sebagian manfaat dari pengadaan TBM antara lain :

  • Pertama, masyarakat memperoleh keluasan akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui sumber-sumber bacaan yang tersedia di TBM.
  • Kedua, masyarakat memiliki kebiasaan terpola hidupnya dengan membaca.
  • Ketiga, meningkatnya pengetahuan, kecerdasan, keritisan dan kemandirian masyarakat. Keempat, meningkatnya memiliki daya inovasi dan kreatifitas pengembangan keterampilan (live skill) yang dapat menolong mereka hidup secara produktif.
  • Kelima, masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam penyelenggaraan pembangunan di segala bidang.

Dengan hadirnya TBM, diharapkan mampu mendongkrak masyarakat agar turut mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca (reading society). Sehingga mampu menguasai Ilmu dan Pengetahuan Teknologi (IPTEK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here