Media Informasi Terkini

Kenapa Aku Rela Menjadi Penulis Tamu di 25 Blog Secara Gratis

22 5

Kenapa Aku Rela Menjadi Penulis Tamu di 25 Blog Secara Gratis – Lama rasanya tak menumpahkan sejuta ide yang sekian lama tersemat dalam hati. Ingin rasanya di post perdana ini aku ingin sedikit bercerita dan bersorak ria. Menyampaikan sedikit ilmu pengetahuan yang aku punya.

Majelis pena, ya sebuah wahana belajar dunia tulis menulis. Awalnya memang website ini aku buat hanya untuk hiburan semata. Menyampaikan beragam fakta dan informasi santai belaka. Tapi entah kenapa, baru beberapa post saja, si Dia langsung melayangkan saran yang cukup mengguhah.

Kak Amel menyampaikan, kenapa website ini tidak digunakan sebagai tempat berbagi pengetahuan seputar dunia tulis menulis saja? Kebetulan namanya juga sangat relevan kan?

Dari sini aku mulai berpikir ulang, “Benar juga ya, kenapa tidak digunakan saja sebagai sharing dunia tulis menulis. Tapi siapa yang akan ngisi, kan aku juga masih sibuk menulis naskah.” Gumamku.

Dengan nada canda aku menawarkan pada Kak Amel untuk memegang website ini. Dan ternyata, tralaa Kak Amel pun mau. Dengan senang hati ia berkenan menulis di website Majelis Pena.

Meski Kak Amel telah mengatakan kesediaannya, ada yang membuatku bingung. Kan dia cukup sibuk dengan pekerjaannya, foto sana, foto sini. Kenapa juga masih mau menerima amanah dariku?

Tak perlu waktu lama, langsung kutanyakan padanya perihal ini. Dan jawabnya cukup membuatku terpesona. “Katanya pengen punya pacar yang hobi ngeblog.” Jawabnya sambil tersenyum-senyum.

BACA JUGA:

Wanjaz, bersyukur sudah pada Tuhan yang telah menganugrahkan kekasih baik seperti dia. Sekali lagi terima kasih Tuhan.

Seketika itu juga aku langsung memberikan beberapa file ku tentang dunia tulis menulis untuk dipostkan. Ya syukur juga sih, sampai saat ini Kak Amel juga terus menulis di Majelis Pena. Meski terkadang harus tersisihkan oleh sebab pekerjaannya yang begitu banyak.

Baca Juga :  Strategi Menulis Konten Viral Versi Majalah Forbes

Belakangan ini saja Kak Amel usai berwisata sambil kerja di Lombok. Karena saking banyaknya, ya begitulah sampai Kak Amel harus beristirahat untuk menulis. Dan sekarang Kak Amel juga lagi istirahat. Karena kemarin lusa ia baru tiba di Jakarta. Ya mau tidak mau, aku pun menggantikannya.

Aku rasa cukup deh pengantarnya, langsung saja pada kali ini aku ingin berbagi cerita tentang kegiatan baruku, yakni menjadi penulis tamu di 23 blog secara GRATIS. Wow 23 blog Vro, hehehe

Latar belakang kenapa aku mengambil inisiatif itu cukuplah inspiratif. Awalanya adalah aku membaca-baca buku keagamaan tentang keutamaan berbagi, bersedekah dan infaq. Dalam buku tersebut banyak sekali disebutkan tentang keutamaan berbagi, salah satunya adalah untuk memperluas rizki.

Disana juga diselaskan, ketika kita berbagi, Tuhan akan membalasnya dengan imbalan yang berlipat ganda. Bahkan disebutkan dalam kitab suci, siapa saja yang berbagi di Jalan Tuhan, akan dilipatgandakan sebanyak 700 kali lipat.

Penulisnya juga menyisipkan kalimat yang cukup membuatku meledak-ledak untuk segera berbagi. Beliau mengatakan, jangan berharap akan mendapatkan rizki kaget jika anda saja tidak pernah memberikan rizki kaget pada orang lain.” Wow banget menurutku, bagaimana tidak, kita ditantang untuk memberikan rizki kaget pada orang lain jika kita saja juga ingin memperoleh rizki kaget.

Usai membaca beberapa halaman, niat untuk berbagi mulai terbentuk. Eist, meski niatnya berbuat baik, namun tetap harus dipersiapkan dengan baik. Mulai dari berbagi apa dan bagaimana cara berbaginya. Karena begini, yang membedakan dari sikap berbagi adalah kesannya.

Saat melihat isi dompet sedih rasaya, karena Pattimura sedang membawa pedang untuk menantang duel. Barulah ku mulai berpikir keras, apa ya yang akan kubagikan, dan bagaimana ku membagikannya.

Baca Juga :  Wisata Alam Curug Maribaya Lembang, Peta Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Sejenak kusempatkan untuk menghubungi Kak Amel, tapi ternyata dia baru tiba di Jakarta. Tapi karena sayangnya mungkin ya, dia sempatkan beberapa puluh menit untuk ngobrol seputar ehemb ehemb, dan juga rencana berbagiku ini.

BACA JUGA:

Dan Eng Ing Eng, saran terbaik ku dapatkan darinya. Di menyarankan kenapa aku tidak berbagi tulisan saja ke beberapa blog? Kan lumayan keuntungannya, selain sebagai ladang untuk berlatih, aku juga akan memperoleh teman baru. Siapa tahu kan, dengan bertambahnya teman, rizkiku juga akan bertambah.

Tapi jangan dulu, kan aku sekarang juga sedang menulis naskah bareng Kak Amel. Lantas bagaimana menyelesaikannya jika aku nanti menulis di blog orang lain?

Lagi-lagi Kak Amel memberikan solusi terbaiknya. Dalam seminggu ada tujuh hari, kenapa di hari minggu gak aku sisihkan untuk menulis naskah? Wah, bener juga sih. Benar juga kata Kak Amel, meski menulis naskah seminggu sekali, tapi aku bisa berbagi setiap hari.

Katanya juga, berbaik sangka saja, bisa jadi dengan berbagi secara rutin seperti ini, proses penulisan naskah diperlancat oleh-Nya, dan hasilnya pun juga maksimal. Dan yang membuatku semakin kesem-sem, Kak Amel rela membantuku untuk mengisi beberapa kolom di Blog yang menerimaku sebagai penulis tamu.

Fix juga akhirnya, apa yang akan kubagikan dan bagaimana pola pembagiannya sudah terjawab oleh Kak Amel. Begitulah Kak Amel, selain tidak terlalu jelek-jelek amat (Kidding), dia juga baiknya minta ampun. Terlebih kalau sudah kangennya numpuk segunung dan bertemu, udah deh, semua pasti di kasih. (Jalan-jalan maksudnya)

Baca Juga :  10 Tips Termahal Yang Mampu Membuat Blog Kalian Mahal

Awalnya memang banyak sekali yang menanyakan kenapa saya mau berbagi tulisan di blog orang lain. Tak tanggung-tanggung juga, jumlah blog yang menerima tenagaku sebagai penulis tamu ada 23 blog. Tentu dengan berbagai niche. Niche-nya mulai dari gado-gado, teknologi, pernikahan, keluarga, seputar anak muda, bisnis, kesehatan, seputar Indonesia, fakta unik, dan juga jurnalistik.

Lumayan banyak memang, dari banyaknya pertanyaan, aku hanya menjawab “Tidak ada yang lebih mahal dari tersedianya ladang untuk berlatih, berbagi dan juga menambah teman.” Dan memang cukup gila sih, dari banyaknya jasa penulis artikel yang cukup murah, aku malah memberikannya GRATIS. Apa coba kalau bukan..(isi sendiri..?

Ya itulah aku dengan segala kenewbieanku. Hanya seorang newbie yang suka dengan berbagi dan membangun visi. Semua itu hanya terbesit dalam hati, semoga aku tetap diberi kesehatan dan juga semangat 45 agar bisa terus menulis dan berbagi.

Menulis adalah kesempatan untuk mengabadikan diri. Karenanya aku akan memberikan sedikit pesan untuk siapa saja yang membaca ini, sebelum aku akhiri tulisan sederhana ini.

Jadilah manusia yang menulis. Manusia yang menulis apa saja. Tidak kenal waktu dan usia, kapan pun dan dimana pun. Karena kita juga tidak tahu kapan kita akan mati.

Jangan sesekali merasa takut untuk menulis. Enak dibaca atau risih dibaca adalah perkara nomor seratus. Yang terpenting adalah menulis dan menulis. Sebab tidak ada jalan terbaik untuk melahirkan karya tulis yang luar biasa selain terus latihan menulis.

Dan memiliki kekasih seorang penulis (blogger) adalah anugrah yang indah. Dan inilah cinta sejati dan abadi, yakni cinta yang terjalin oleh sesama penulis (blogger). Kenapa demikian? Meski keduanya telah berkalang tanah, namanya tetap ada bersama karya-karyanya yang masih hidup.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More