Home | Artikel | Institusi Penjaga Kebaikan
Institusi Penjaga Kebaikan
Institusi Penjaga Kebaikan

Institusi Penjaga Kebaikan

Tinulis ID – Nilai-nilai kebaikan yang telah disampaikan pada anak perlu dijaga agar tetap berkelanjutan. Untuk itu, perlu ada institusi yang mempertahankan keberlangsungannya. Institusi tersebut bisa berupa hubungan keluarga yang kuat dan lingkungan pergaulan yang baik.

Keluarga merupakan komponen penting dalam pembentukan masyarakat secara individu hingga ke Negara. Islam memandang keluarga sebagai sebuah institusi pencorak masyarakat. Kepemimpinan keluarga dalam Islam berada di tangan kaum lelaki. Tapi pada prakteknya, baik laki-laki sebagai ayah maupun perempuan sebagai ibu memliki peran masing-masing yang bersifat melengkapi.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan ayah dalam rangka menjaga nilai-nilai kebaikan untuk keluarga, antara lain: mencari sumber rizki yang halal dan berkah sebagai nafkah keluarga, bekerja dengan giat dan diniatkan untuk ibadah, mencontohkan ke anak untuk menunaikan sholat fardhu berjama’ah di Masjid, berperilaku baik terhadap istri dan keluarga besar serta ramah pada tetangga.

Perempuan sebagai pendamping laki-laki dalam mengarungi bahtera rumah tangga pun dituntut untuk bisa memerikan contoh yang baik pada anak agar nilai kebaikan yang telah ayah ajarkan bisa tetap terjaga dengan baik.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh ibu diantaranya: berbicara yang sopan dan baik kepada siapa saja terutama anak, menempatkan kesibukan mengurus rumah sebagai prioritas dibandngkan kesibukan dengan hal lainnya, mengajarkan anak untuk berperilaku sopan dan ramah pada siapa saja, dan sebagainya.

Selain keluarga, lingkungan pergaulan yang baik juga memiliki andil dalam penjagaan nilai-nilai kebaikan alam diri anak. Para orang tua wajib mengupayakan pergaulan yang baik bagi buah hatinya, sekalipun tidak bisa menjaga anak 24 jam penuh, pembekalan akan hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak harus tetap dilakukan.

Upaya pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mewujudkan lingkungan pergaualan yang baik adalah menjadikan Masjid sebagai salah satu institusi penjaga kebaikan. Biasakan anak untuk menunaikan sholat fardhu, mendengarkan ceramah dan berinteraksi dengan teman sebaya di sekitar Masjid.

Kedua, proses pengontrolan terhadap pergaulan anak disesuaikan dengan tahapan usia sang buah hati. Di tujuh tahun pertama, anak bisa saja dengan mudah dilarang untuk tidak melakukan ini dan itu. Namun di tujuh tahun keduanya, anak telah memasuki usia remaja yang tentu saja mengalami banyak perubahan baik fisik maupun psikis.

Menjadikan anak sebagai teman dengan tetap menjaga etika dalam berkata dan bertindak dirasa menjadi solusi yang tepat dalam penjagaan nilai-nilai kebaikan tersebut. Semoga dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, hasil yang baik bisa diperoleh.

Majalah Ummi No. 4 XXVII April 2015

Jurnal karangan Ratna Rosida Abd. Razak dengan judul “Peranan Institusi Keluarga dalam Penjanaan Bangsa Bertamadun”

About Mariana Puspa Sari