Home | Artikel | Ini Cerita Bloggerku, Mana Cerita Bloggermu?
Ini Cerita Bloggerku, Mana Cerita Bloggermu?
Image : kompasiana.com

Ini Cerita Bloggerku, Mana Cerita Bloggermu?

Tinulis ID – Jika boleh jujur, menjadi seorang blogger merupakan kebanggan besar dalam hidup. Menjadi seorang blogger bukan berbicara tentang kegiatan tulis menulis semata, melainkan lebih dari itu. Seorang blogger untuk saat ini sudah berbicara tentang belajar, berbagi, kepekaan, kendali sosial dan perubahan.

Karenanya dalam tulisan ini saya akan memaparkan satu persatu pengaruh yang dibawa oleh seorang blogger. Sebab sampai saat ini pun persepsi seseorang tentang blogger masih sesempit tempo dulu, yakni penulis pemula atau amatiran di dunia maya. Tak sedikit yang membacanya dan tak terkira validitasnya.

Baiklah, berbicara soal blogger maka sama nilainya dengan berbicara persoalan belajar mengajar. Seorang blogger profesional pasti membutuhkan informasi untuk ditulis. Tidak ada blogger yang berangkat dari ruang kosong, semua blogger pasti memiliki bahan sebelum ia memulai untuk menuliskannya.

Pertanyaannya adalah, dari mana informasi itu didapatkannya ? Nah, perlu difahami juga bahwa menjadi blogger profesional haruslah terfokus pada satu hal agar ia di sayang oleh google. Misalnya ketika saya memutuskan menjadi blogger filsafat, maka kerja wajib pertama saya adalah mendalami tentang dunia filsafat agar apa yang saya tulis tidak keluar jalur.

Proses pertama inilah yang saya sebut sebagai pembelajaran pertama dan utama. Bagaimana mungkin seseorang ketika sudah memutuskan menjadi blogger yang mengulas tentang filsafat tapi dia sendiri tak pernah belajar atau membaca buku tentang filsafat ? Maka ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang blogger sama nilainya kita menspesialisasikan diri sendiri terhadap suatu hal.

Jika kita sudah mulai menulis tentang filsafat, maka dua kemuliaan akan berjalan beriringan dan serempak. Apa itu ? yakni belajar dan berbagi. Setelah tugas pertama dan utama selesai, maka secara otomatis tugas selanjutnya adalah berbagi sebaik mungkin.

Manakala kita sudah belajar dan terus belajar tentang filsafat, maka kemudahan menjadi blogger spesialis filsafat akan mudah terwujud. Usai itu kita juga akan mudah dalam membagikan ilmu yang kita dapat. Ini merupakan sebuah kemuliaan hidup yang berjalan beriringan dan serempak.

Tidak akan mungkin seseorang yang sudah memutuskan untuk menjadi blogger namun ia enggan berbagi. Sebab sudah menjadi konsekwensi logis ketika seserang menulis di blog maka ia juga memutuskan untuk berbagi. Sebab blog sendiri sifatnya online dan mampu di akses oleh siapapun.

Dari sini saja kita sudah memperoleh dua kemuliaan hidup, yakni terus belajar dan terus berbagi. Bahkan bisa saya katakan, apa yang kita bagi usianya jauh lebih panjang dari usia hidup kita. Misalnya saja, ketika kita sudah mengulas filsafat dari mulai yang paling dasar sampai yang membikin otak pecah di blog, maka itu akan terus ada sampai jaringan internet tidak dibutuhkan manusia lagi. Kira kira itu tahun berapa ya?

Selain berbicara soal belajar dan berbagi, blogger juga angkat bicara soal kepekaan. Kepekaan yang terlahir dari seorang blogger merupakan rasa simpati dan empati yang patut diapresiasi. Sebab dari rasa peka yang terlahir dari seorang blogger sangat terasa efeknya di dunia nyata.

Ketika kemarin ada tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa Eno, berapa banyak blogger yang mengkampanyekan nilai nilai kemanusiaa harus segera diperbaiki di negeri ini. Dan itu sangat memberikan efek positif pada kira semua. Mulai dari tulisan yang bersifat intropektif sampai gagasan baru tentang kemanusia semuanya bisa kita akses di internet. Ini semua merupakan apresiasi besar dari seorang blogger.

Maka bagi saya pribadi, seorang blogger patut diberikan penghargaan besar. Sebab dengan kiprahnya di dunia maya, tak sedikit dari kita yang sadar kembali akan nilai-nilai kemanusiaan. Bukan hanya itu, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa kita tak sedikit memperoleh pelajar besar dari hasil kepekaan blogger. Dan itu terbukti ketika kita membaca suatu artikel di internet.

Dan jangan salah juga, bahwa blogger memiliki peran utama dalam kendali sosial. Di zaman teknologi ini, hampir 98 orang dari 100 orang pasti mengakses jaringan internet. Mulai dari googling, jumpa kawan di media sosial, sampai ke taraf belajar mengajar. Serba serbi kehidupan ini sudah terpenuhi oleh yang namanya internet.

Berangkat dari sini blogger sedikit demi sedikit mulai memegang kendali sosial. Berawal dari isu kecil, blogger bisa membuatnya menjadi besar, bahkan berlipat-lipat ganda. Di balik itu, berawal dari ide kecil pula, seorang blogger mampu membuatnya menjadi wacana besar yang tak mustahil membawa kemajuan.

Pada hal ini kita berkiblat saja pada situs itus inpiratif. Dari sebuah cerita fiksi, seseorang mampu tersihir untuk melakukan sebuah perubahan. Berawal dari artikel yang menjelaskan esensi berbagi ke sesama manusia, berapa banyak dari kita yang kemudian mengaplikasikan di kehidupan nyata. Sekali lagi, menjelajahi dunia maya bukan hanya untuk bersenang ria di media sosial, melain juga untuk mencari refrensi kehidupan.

Dari sinilah blogger berperan sebagai pengendali sosial. Ia berangkat dari sebuah ide dan menyampaikannya ke khalayak ramai yang pasti dibaca oleh banyak orang. Selanjutnya yang paling menarik, yakni blogger juga berbicara mengenai perbahan.

About Kak Amel