Artikel Gaya Hidup Inspirasi

Kiprah Terbaik Dosen IPB Dalam Mengatasi Masalah Gizi Ganda

Kiprah Terbaik Dosen IPB Dalam Mengatasi Masalah Gizi Ganda – Masalah gizi sangat kompleks dan penting untuk segera diatasi. Terutama karena Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki masalah gizi paling lengkap. Beberapa penelitian Dosen IPB mengatakan bahwa masalah gizi di Indonesia cenderung terus meningkat, tidak sebanding dengan beberapa negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Indonesia mengalami beban gizi ganda yaitu stunting dan obesitas. Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi bayi pendek di Indonesia mencapai 30,8 persen, sedangkan kasus obesitas 21,8 persen. Meskipun keduanya merupakan masalah, manajemen stunting adalah prioritas bahkan tidak hanya di Kementerian Kesehatan tetapi juga di kementerian lain seperti Dosen IPB yang juga mengambil bagian dalam menangani masalah gizi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pengembangan masalah gizi di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu masalah gizi terkontrol, masalah yang tidak bisa diselesaikan (belum selesai), dan masalah gizi yang sudah meningkat dan mengancam kesehatan masyarakat (bermunculan). Selanjutnya kita akan membahas beberapa masalah gizi yang tidak dapat diselesaikan di masyarakat.

Kurang gizi

Tubuh kurus karena kekurangan gizi sering dianggap lebih baik daripada lemak tubuh karena kelebihan gizi, padahal sebenarnya tidak. Sama seperti obesitas, anak-anak dan remaja dengan gizi buruk memiliki risiko terhadap kesehatan mereka.

Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) umumnya akan mengalami kehidupan masa depan yang buruk. Karena kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi selama masa bayi akan meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyakit menular di awal kehidupan dan bertahan hingga dewasa.

Stunting

Pengerdilan adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi untuk waktu yang lama, umumnya disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Pengerdilan dimulai dari rahim dan hanya terlihat ketika seorang anak berusia dua tahun.

Bagaimana Kiprah Terbaik Dosen IPB Dalam Mengatasi Masalah Gizi Ganda?

Untuk mengatasi masalah gizi beberapa Dosen IPB telah menemukan solusi melalui nutrisi makanan. Dalam presentasinya saat Sesi Terbuka Orasi Ilmiah Pelantikan Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Universitas IPB, Prof. Dr. Ir Sri Anna Marliyati mengatakan bahwa nutrisi makanan dalam skala nasional merupakan salah satu upaya yang diharapkan untuk membantu mengatasi masalah gizi di Indonesia. Penelitian tentang pengembangan berbagai produk makanan bergizi dan makanan fungsional telah dimulai oleh Prof. Anna sejak 1995.

Berbagai produk makanan bergizi telah diproduksi. Diantaranya adalah rempah-rempah yang diperkaya dengan zat besi, mie instan yang mengandung karoten alami, biskuit berprotein tinggi, dan minyak goreng dengan kandungan karoten yang lebih tinggi. Berbagai produk makanan berbasis minyak sawit merah dan produk makanan yang mengandung ekstrak buah takokak dan daun pegagan,” katanya.

Menurutnya, dengan mengonsumsi kue bagelen yang mengandung 60 gram minyak sawit merah per hari selama delapan minggu, dapat menurunkan kadar kolesterol pada pria dewasa. Makanan fungsional dengan ekstrak buah takokak juga mampu menangkal radikal bebas, mencegah kanker dan meningkatkan stres oksidatif. Daun pegagan bermanfaat dalam meningkatkan profil hematologi dan meningkatkan fungsi kognitif pada tikus percobaan.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat produk makanan yang diproduksi dengan nutrifikasi terjangkau oleh daya beli masyarakat, tersedia di pasar dan menarik minat masyarakat sebagai konsumen untuk membelinya,” jelasnya. (NR)

Agar masyarakat tetap sehat dan jauh dari masalah gizi Dosen IPB galakkan kebiasaan hidup sehat dan menerapkan makanan sehat tinggi nutrisi sejak dini.

Kiprah Terbaik Dosen IPB Dalam Mengatasi Masalah Gizi Ganda

Kiprah Terbaik Dosen IPB Dalam Mengatasi Masalah Gizi Ganda - Masalah gizi sangat kompleks dan penting untuk segera diatasi. Terutama karena Indonesia adal

Editor's Rating:

Post Comment