Langkah Cerdas Menangkal Berita Hoax Di Era Milenial

Langkah Cerdas Menangkal Berita Hoax Di Era Milenial

Cerdas Menangkal Berita Hoax – Jumlah popolasi penduduk Indonesia sekitar 265,4 Juta jiwa, kira-kira 132,7 juta penduduk merupakan pengguna internet dan kemudian untuk pengguna aktif media sosial berkisar 138 juta.  Media sosial dan alat komunikasi favorit yang banyak di gandrungi oleh kalangan anak muda Indonesia diantaranya yaitu Facebook (41%), Youtube (43%), Whatshapp (41%), Instagram (38%), dan Line (33%). Itulah lima media sosial media teratas yang sering digunakan oleh pengguna internet di Indoneisa.

Pengguna media sosial paling banyak menggunakan media atau property smartphone sebanyak 67,8% dan sekitar 32,2% pengguna internet memakai komputer/PC  sebagai perangkat untuk browsing atau bersosial media.

Dikutip dari laman blog feriald.id bahwa, “sasaran para pembuat hoax adalah masyarakat yang memiliki atau minimnya pemahaman literasi digital, inilah sasaran empuk mereka karena warganet yang gampang terpancing. Mereka mudah sekali untuk menyebarluaskan berita tanpa mengetahui kebenaran dari konten atau informasi tersebut, ketika beritanya sudah menjadi viral di kalangan masyarakat maka berhasil juga misinya”.

BACA DULU : 

Baca Juga :  Pentingnya untuk Tetap Memantau Harga Belanjaan Saat Diskon Harbolnas Bukalapak

Modus pembuat berita hoax bermacam-macam polanya, ada yang bermotif ekonomi karena menginginkan penghasilan dari sebuah blog atau website. Kemudian ada yang bermotif politik untuk menjatuhkan lawan dengan black campaign dan ada juga modus bermotif iseng seperti berita yang dilansir  laman TrimbunNews (15/05/2018) terkait berita penebar terror bom di Gereja Santa Duren Sawit yang mengaku iseng.

Amati Judulnya

Banyak orang sebenarnya tidak membaca konten yang mereka bagikan. Mereka hanya membaca sekilas dari judul berita atau konten tersebut. Untuk mencegah kamu sendiri menjadi penyebar hoax, hilangkanlah kebiasaan membagikan konten tanpa membaca isinya secara menyeluruh.

Jika berita tersebut bernada negatif atau persuasif maka hiraukan saja. Apalagi jika dengan melihat judulnya sudah memuat kebencian, permusuhan dan keresahan masyarakat.

Cermati Tautan Link

Berita atau informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, maka kamu haruys mencermati tautan situs tersebut. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya.

Sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita, menurut catatan Dewan Pers. Dari sekian banyaknya situs, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita nasional (resmi) tidak sampai 300 situs. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu/hoax di internet yang mesti diwaspadai.

Baca Juga :  Aku Bermimpi Menulis Sejuta Buku

Hati-hati Sara dan Provokasi

Pembuat hoax memanfaatkan fanatisme suku, adat, ras, agama, politik, atau komunitas untuk memecah belah kesatuan NKRI. Jangan mudah percaya dengan berita muatan SARA dan Provokasi, biasanya berita yang seolah asli namun ternyata telah diputarbalikkan dari fakta.

Bijak Bermedia Sosial

Sumber utama menyebarnya berita hoax bisa berasal dari blog atau website. Namun tujuan akhir mereka adalah media sosial pengguna smartphone dan mudahnya reposting atau broadcasting di media sosial seperti whatsapp, telegram, dan line membuat penyebarannya semakin cepat. Sebagai warganet yang bijak, kita harus pandai-pandai dalam memilah dan cross check terlebih dahulu mana berita yang baik dan layak untuk disebarluaskan.

BACA LAGI : 

Laporkan

Pada dasarnya harus ada pemahaman dan tekad pada diri masing-masing dalam menyikapi berita hoax yang tersebar, jika tidak adanya upaya laporan atau sanksi terhadap penebar atau pembuat berita hoax maka perusak keutuhan bangsa tersebut akan tetap merajalela. Kita harus reaktif dalam melaporkan setiap muatan berita yang tidak tahu asal-usulnya atau ciri lain yang dicurigai bersifat hoax.

Baca Juga :  bus

Sebenarnya aturan normatifnya sudah jelas dan sanksi berat juga tertulis untuk pembuat hoax. Dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 28 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa : “

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)”.

Warganet juga bisa mengadukan berita atau informasi dan konten negatif ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan mengirimkan email pengaduan ke aduankonten@bnpt.go.id atau melalui aplikasi “Getar Media” yang dapat diunduh di playstore dan dari hasil analisa BNPT akan diteruskan ke Kementerian Telekomunikasi dan Teknologi untuk menindaklanjuti dari berita hoax atau situs website yang melanggar sesuai peraturan .

About Bang Oji

Blogger | Internet Marketer Pemula | SEO Enthusiast | Hope and Ideals I want to be a young entrepreneur, professional blogging and be a motivator, inspiration, sharing knowledge and experience for friends.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *