Beranda Artikel Belajar Ngeblog Bareng Niche Blog dan Polanya

Belajar Ngeblog Bareng Niche Blog dan Polanya

93
1
BERBAGI

Belajar Ngeblog Bareng Niche Blog dan Polanya – Hampir lebih dari sepuluh kali saya ditanya sama teman-teman blogger tentang bagaimana caranya menulis, memilih niche, ataupun menyisipkan gaya bahasa yang renyah dan nyaman. Entah kenapa mereka bertanya sedemikian rupa, padahal jika ditinjau dari blog yang mereka miliki keadaannya sudah cukup mumpuni. Lantas kenapa mereka masih bertanya-tanya?

Tapi tak apalah, setidaknya apa yang saya punya bisa saya bagi. Lagian, dengan adanya komunikasi tersebut, teman saya semakin bertambah. Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak menerapkan konsep kelas antar blogger?

Karenanya pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi seputar niche blogging, karakteristik niche blogging, dan juga kiat jitu memaksimalkan niche blogging yang sudah kita ambil. Apa saja itu? Dan bagaimana penjelasannya? #MikirAjhSendiri JustKidd

Secara sifat niche blogging dibagi menjadi dua bagian besar, ingat! Hanya dua bagian besar. Pertama adalah niche blogging yang sifatnya meluas, dan niche blogging yang sifatnya mendalam. Kedua-duanya memiliki karakteristik tersendiri, beserta pola penulisannya.

Pertama, niche blogging meluas.

Kenapa disebut meluas? Karena sifatnya kesamping, bukan kebawah. Artinya adalah, topik yang diambil untuk dijadikan bahasan lebih dari satu topik. Metode pengambilannya juga tidak terlalu mendalam, tapi hanya sekedar permukaannya saja.

BACA JUGA:

Misalnya saja, ketika Anda ingin mengambil niche blogging meluas, dan Anda memilih kategori hewan. Maka langkah yang harus Anda tentukan adalah, memilih jenis hewan yang bagaimana, apakah hewan darat, laut, atau udara?

Jika Anda memilih hewan laut, maka disitulah wilayah bahasan Anda. Anda hanya bisa membahas seputar dunia laut, baik itu hewan ataupun yang ada disana. Pada pemilihan kali ini disebut sebagai pemilihan niche meluas, sebab bahasan Anda akan sangat luas.

Apa yang bisa Anda bahas? Tentu sangat banyak. Anda bisa mengulas jenis-jenis hewan laut, sifat dan kehidupannya, populasi hewan laut, atau kiat-kiat membudidayakan hewan laut. Dengan demikian, Anda berarti sudah memilih niche blogging meluas. Meski bahasannya luas, tapi tetap teratur, karena wilayah yang Anda ambil masih ada relevansinya.

Mas Halfi, lalu apa bedanya dengan niche gado-gado atau rujak?

Tentu sangat beda, dan perbedaannya pun sangat kelihatan. Dalam niche blogging meluas, cara memilihnya ada metodenya sendiri, dan bahasannya pun juga masih ada relevansi. Tapi jika niche gado-gado atau rujak, dia tak memiliki batasan-batasan dalam mengulas konten.

Hari ini ia mengulas makanan, besok blogger, besok lagi teknologi, besok lagi pesawat, besok lagi planet. Ah sudahlah, susah memang menebak blogger yang memilih jalur gado-gado, karena idenya muncul begitu saja dan langsung ia tulis seketika. Jadi, itulah bedanya antara niche meluas dan niche gado-gado.

Kelebihan dan kekurangannya apa Mas Halfi?

Kelebihan niche blogging meluas adalah cakupan bahasannya sangat banyak dan melimpah. Ibaratnya, sumber daya alamnya sangat kaya raya, tinggal bagaimana kualitas sumber daya manusianya. Selain tidak akan kehabisan dan dibingungkan mau menulis apa, niche blogging meluas juga lebih fleksibel.

Namun setiap kelebihan, pasti ada kekurangan. Kekurangannya adalah bahasan yang diulas tidak terlalu mendalam, atau dalam bahasa lain, ibarat pohon tidak dibahas sampai keakar-akarnya, namun hanya sebatas ranting dan daunnya saja.

Selanjutnya adalah niche blogging mendalam.

Niche blogging mendalam memiliki sifat sebagaimana namanya, yakni radikal. Bahasan yang diambil juga tak sembarang bahasan, cara memilihnya juga ada aturan mainnya, serta karakteristiknya juga harus diperhatikan.

Permisalan, sebagaimana di atas, Anda memilih untuk mengulas binatang laut, maka topik yang akan Anda ulas bukan seluruh binatang laut, tapi tentukan dulu jenisnya. Sebab binatang laut itu luasnya bak Samudra Pasifik hahaha.

Binatang laut itu kan memiliki banyak jenis, ada yang bersifat hias, ada pula yang bukan. Secara makanan juga berbeda, ada yang karnivora, herbivora, dan juga omnivora. Tinggal kita pilih yang mana. Ketika Anda memilih binatang laut yang sifatnya binatang hias, maka disitulah niche Anda.

BACA JUGA:

Langkah selanjutnya adalah Anda mengulasnya secara mendalam, detail, tidak kemana-mana, dan fokus. Karena sifatnya yang radikal, maka Anda ada batasan-batasan, yakni tidak boleh keluar dari jalur binatang laut yang sifatnya hias.

Apa saja yang bisa dibahas? Jenis-jenis binatang hias laut, wilayah hidupnya dimana saja, cara membudidayakannya, kiat-kiat menghasilkan rupiah dari binatang laut, atau hal-hal yang menyangkut binatang laut yang sifatnya binatang hias.

Atau jika Anda mau lebih ekstrem lagi, Anda bisa mengkerucutkannya lagi. Yang mulanya memilih binatang hias, dikerucutkan menjadi Ikan Arwana atau ikan Koi. Jika sudah seperti ini, berarti kedalaman atau niche Anda benar-benar spesifik alias tetarget.

Apa keuntungan dan kekurangannya Mas Halfi?

Keuntungannya adalah Anda akan mendekati validitas yang kuat, sebab semakin lama Anda menekuni satu bidang, bukan hal yang mustahil Anda bisa ahli dan pakar dalam bidang tersebut. Ini kenapa saya katakan Anda semakin mendekati validitas, karena Anda juga berjalan menjadi ahli. Bukankah informasi yang valid lebih diminati pembaca?

Meski demikian, tak banyak orang yang mampu konsisten dalam hal ini. Kebanyakan mereka merasa jenuh, bosan dan merasa kehabisan ide. Selain karena harus konsisten, niche blogging mendalam juga menuntut agar penulis lebih, atau bahkan sangat detail dalam mengulas. Inilah mengapa banyak orang yang melambaikan tangan sebagai tanda tak mampu.

Setelah kita paham gambaran besar niche blogging dan cara memilihnya, selanjutnya kita akan memahami bagaimana jenis-jenis penulisan blogging. Yaps, dalam dunia blogging setiap niche memiliki teknik penulisan tersendiri, alias bukan acak adul.

Sekurang-kurangnya ada 5 jenis pola penulisan niche blogging. Yakni, pola berita, review, tutorial, opini dan reflektif. Masimg-masing memiliki karakteristik dan penekanan tersendiri, karenanya jika kita nanti sudah memahaminya jangan sesekali mencampuradukkan. Bagaimana penjelasannya? Simak terus ulasan Mas Halfi

Pertama, Pola Berita

Pola berita memiliki kecenderungan informatif yang lebih transparan dari pada pola lainnya. Pasalnya, selain harus pyur apa adanya, pola berita juga menuntut penulis untuk menghadirkan informasi sedetail mungkin.

Berangkat dari sini, pantas saja jika dari dulu sampai sekarang jurus maut pola berita adalah 5W + 1H. Karena dengan jurus ini berita akan semakin sempurna. Selain itu, dengan jurus itu pula, apa yang dicari pembaca akan tersampaikan semua, baik itu kejadian apa, dimana, kapan, siapa, kenapa dan bagaimana.

Namun ada yang perlu diperhatikan dalam penulisan pola berita, yakni penulis harus menjamin seutuhnya kemurnian berita. Artinya adalah, jangan menyisipkan pendapat pribadi kita di dalam ulasan, karena ini akan mencemari kemurnian berita.

Kedua, Pola Review

Nah pola inilah yang seringkali digunakan oleh temen-temen blogger. Sebenarnya review tak jauh beda dengan pola berita, yang membedakannya hanyalah sisipan saran atau masukkan kita terhadap sesuatu yang kita review.

Misalnya, kita sedang mereview dua produk handphone yang berbeda, satu Camcung, satunya lagi Ciaomi. Pada konteks kali ini, penulis harus memaparkan dan mengulas secara mendetail, mulai dari harga, OS yang digunakan, keunggulan masing-masing, dll. Baru setelah itu penulis memberikan saran terbaik bagi pembaca, karena selain informasi, pembaca juga menginginkan saran atau solusi.

Lo, apakah pola berita tidak bisa dimasukkan saran atau pendapat kita?

Bisa saja, toh itu juga tulisan Anda kan? Tapi ada baiknya jangan, karena pola berita sifatnya kita hanya perantara, atau penyambung lidah pada pembaca. Berbeda dengan review, selain karena kepo, pembaca juga ingin mengetahui mana yang terbaik, apa sisi negatif dan positifnya dari apa yang kita review.

Ketiga, Pola Tutorial

Pola ini sangat disukai sama mereka-mereka yang gemar memberikan tips and trik tentang sesuatu. Namun tidak salah juga, meski mereka sudah lincah dalam mengulas blog tutorial, mereka berkenan menyimak wejangan saya ini.

Pola tutorial memiliki kecenderungan how to atau how make, kecenderungan mengajar semacam ini akan mengantarkan penulis pada ranah tips dan trik. Penekanan yang diberikan juga tidak sama dengan pola berita, karena ia lebih ke ranah “bagaimana cara melakukan sesuatu”.

BACA JUGA:

Selain pengajaran, penulis juga dianjurkan untuk menguasai bahasa-bahasa khas pada topik yang dibahas. Misalnya pada sepak bola, lapangan diganti dengan rerumputan hijau, bola diganti dengan si kulit bundar, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah, apa yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami pembaca.

Keempat, Pola Opini

Setiap pembaca pasti mempunyai opini pribadi atas apa yang dibacanya. Tak ubahnya dengan blogger, ia juga memiliki tanggapan atau pendapat sebagai respon atas suatu peristiwa. Dan menurut hemat saya, opini merupakan sesuatu yang sah-sah saja.

Namun ada baiknya jika Anda memilih jalur penulisan opini memperhatikan batasan-batasan berikut, sebab tak sedikit orang beropini tapi ngawur. Pertama, opini bukan sekedar tulisan atau pendapat yang disampaikan tanpa dasar apa-apa, tapi opini adalah pendapat pribadi yang dilandasi dasar yang kuat.

Kedua, opini adalah bentuk sikap respon kita terhadap suatu peristiwa. Jadi syarat utama yang harus ada untuk menulis suatu opini adalah, harus ada peristiwa atau sesuatu yang kita beri pendapat. Tanpa itu kita tidak bisa menulis opini.

Kelima, Pola Reflekif

Ini adalah pola kesukaan saya, dan hampir semua tulisan saya sifatnya reflektif. Bagaimana caranya? Dan apa tips dan triknya? Langsung kontak WA saya aja ya, biar mesra. Karena ini pola yang paling mahal harganya hehehehe #Danke #SalamKenal #MasHalfi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here