Belajar Ngeblog Bareng Gunung Semeru

Belajar Ngeblog Bareng Gunung Semeru

Belajar Ngeblog Bareng Gunung SemeruMajelis Pena – Terkadang saya terheran-heran dengan seorang blogger, sampai hari ini masih saja ada yang bertanya ‘Bagaiamana sih mas caranya jadi blogger?’, padahal di Google sudah numpuk tutorial dari A sampai Z, eh tapi masih saja bertanya.

Meski demikian, tidak salah juga seorang blogger yang lebih senior memberikan jawaban atau arahan pada blogger yang bertanya seperti itu. Saya pun demikian, hampir setiap hari di chat sama orang yang tak dikenal dan bertanya tentang bagaimana cara menulis atau menjadi blogger.

Walau pun jadwal harian saya cukup padat, saya tetap mencoba menjawab dan mengarahkan sebagaimana kemampuan saya. Nah, karena saya juga tidak ingin bercapek-capek menjawab dan membuang-buang waktu untuk menjawab pertanyaan yang sama, kali ini saya akan mengulas sedikit detail bagaimana cara menjadi seorang blogger.

Dari sekian lama saya terjun ke dunia blogging, saya menemukan analogi yang tepat dan cukup akurat untuk menggambarkan bagaimana menjadi seorang blogger sukses, yakni analogi orang mendaki gunung. Ingin tahu bagaimana penjelasannya dan apa kiat-kiatnya? Yuk simak ulasannya sampai habis tak tersisa.

Seseorang yang sukses mendaki gunung sampai ke puncaknya bukan berarti tanpa proses, tapi dibalik indahnya pemandangan di puncak gunung ada proses yang panjang yang harus dilalui. Mulai dari kesiapan diri, tujuan, persiapan dan juga mental yang kuat.

Sekurang-kurangnya seorang pendaki gunung akan menyiapkan 5 hal berikut sebelum melakukan pendakian dan mensukseskan perjalanannya.

  1. Siapkan Dirimu

Sesuatu yang pertama dan utama adalah kesiapan diri. Sangat mustahil seorang pendaki akan menaklukkan Semeru jika dirinya demam tinggi atau masih sakit. Dengan mengukur kesiapan diri, selanjutnya akan mudah untuk menentukan gunung mana yang harus didaki.

Namun sayangnya tak sedikit seorang pendaki terbalik logikanya. Hal pertama yang ia tentukan adalah gunung mana yang akan didaki, baru ia berkaca tentang kesiapan dirinya. Alhasil adalah, kemungkinan besar ia akan banyak hambatan di tengah jalan dan gagal mencapai puncak.

Artinya adalah, sebelum seorang pendaki menargetkan gunung mana yang harus didaki, maka ia harus mengukur kesiapan dirinya, baik itu jasmani atau rohani. Banyak pendaki gunung yang ingin menaklukkan Himalaya, tapi apa itu akan terjadi jika kakinya terkena es saja, hidungnya langsung mimisan. #LoL

Karenanya, langkah pertama dan utama adalah mengukur kesiapan diri terlebih dulu sebelum menentukan gunung mana yang harus didaki.

  1. Tentukan Tujuan Yang Akurat

Seusai mengukur kesiapan diri, langkah selanjutnya adalah menentukan gunung mana yang akan didaki. Menentukan tujuan juga sangat penting, karena itu akan berdampak pada persiapan yang harus dilengkapi.

Baca Juga :  Belajar Ngeblog Bareng Niche Blog dan Polanya

Jika tujuannya adalah gunung Kelud, maka hal yang harus dilakukan adalah mengeksplorasi gunung tersebut. Mulai dari cuacanya, lokasi dan kondisi, halangan dan rintangan yang pasti akan dilalaui, dan info particular lainnya.

Apa gunanya hal ini? Ini akan sangat berguna sebagai lancarnya perjalanan mendaki. Jika persiapan yang akan dibawa tidak lengkap atau bahkan kurang maksimal, bisa dipastikan akan sangat banyak hambatan yang harus dilalui. Bisa-bisa bukan puncak yang diperoleh, tapi jurang yang curam.

So, tujuan gunung yang akan didaki juga sangat penting. Selain itu informasi atau seluk beluk tentang gunung tersebut juga tak kalah penting, sebab ini akan berdampak pada barang apa saja yang harus dipersiapkan.

  1. Siapkan Perlengkapan Yang Dibutuhkan

Perlengkapan adalah sesuatu yang tak boleh tertinggal, alias harus ada. Sangat ceroboh bila seorang pendaki lupa membawa tenda. Sikap semacam ini menunjukkan bahwa ia calon pendaki yang bakalan balik pulang sebelum ke puncak. Mengapa demikian? Jika perlengkapan saja masih terlupakan, bagaimana ia mampu menuju puncak, atau jangan-jangan nyawanya ada 7?

BACA JUGA:

Karenanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, siapkanlah barang-barang yang akan dibutuhkan. Mulai dari tenda, pisau dan lain-lain. Jika satu barang ada yang tertinggal, itu sama nilai menyiapkan rintangan yang harus dihadapi. So, siapkan semua yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan!

  1. Manajemen Waktu

Ini nih yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu manajemen waktu. Seringkali seorang pendaki karena lemahnya persiapan, ia dihadapkan pada sesuatu yang tak diduga-duga, akhirnya jadwal yang telah ditetapkan pun harus molor ala-ala pembaca wkwkwkw.

Manajemen waktu dirasa cukup penting, karena ini akan menjadi acuan kapan seorang pendaki harus beristirahat dan kapan harus sampai berjalan. Tanpa ini yang ada hanya akan molor-molor dan muolor. Akhirnya untuk naik ke Semeru saja harus menempuh waktu satu semester.

  1. Mentalitas Baja

Buat apa jiwa sehat, kuat, barang lengkap tapi jika mental tak sekuat kawat. Mental yang kuat akan menjadi penentu besar sukses tidaknya mendaki gunung. Sungguh terlalu, bila mental masih seperti rempeyek tapi memaksakan diri untuk mendaki gunung. Yang ada bukan pemandangan indah, tapi nangis ditengah jalan.

Seorang pendaki juga akan tahu rintangan apa saja yang biasa dihadapi, dan juga bagaimana cara menghadapinya. Kesemuanya itu akan sukses dihadapi manakala mental yang kuat sudah melekat dalam hati. Beda cerita jika ada seorang pendaki takut dengan kegelapan hutan dan memaksakan berangkat, bisa diramalkan ia akan pulang dulu sebelum masuk pintu “Selamat Datang Para Pendaki Gunung.”

Itulah kenapa seberapa sulitnya rintangan, sedalam apa pun jurang yang melintang, jika mental sudah sekuat baja, itu semua akan terlewatkan. Seperti kata lagu Kera Sakti ‘ walau halangan, rintangan, membentang, tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran, yuhuu.”

Baca Juga :  Belajar Ngeblog Bareng Kediri Art

So, persiapan terakhir yang harus benar-benar dipersiapkan adalah mental yang kuat dan tekat yang bulat. Tanpa keduanya sama nilai mendaki gunung dengan mata tertutup, alias menjerumuskan diri secara perlahan.

Dari kelima tahapan tadi sudah cukup mewakili tentang bagaimana cara menjadi blogger. Jika kesemuanya terlaksana dengan baik dan benar, bukan mustahil seorang blogger akan berhasil menikmati pundi-pundi dollar bak indahnya puncak gunung Semeru.

BACA JUGA:

Agar lebih jelas, saya akan coba mengartikan sedikit demi sedikit dari tahapan-tahapan diatas.

1. Kesiapan Diri

Kenapa seseorang yang ingin menjadi blogger harus memeriksa kesiapan diri terlebih dulu? Karena mustahil rasanya jika Anda ingin menjadi blogger sukses tapi masih buta apa yang Anda kuasai dan Anda pahami.

Hal pertama dan utama adalah, periksa dulu diri Anda, alias seberapa siap Anda menjadi blogger dan apa yang Anda punya. Jika Anda seorang ahli bahasa Inggris, maka langkah yang paling tepat adalah menjadi blogger bahasa.

Beda cerita jika Anda seorang sarjana biologi, tapi Anda justru ingin mengulas astronomi, ini kan lucu. Kenapa lucu, karena Anda terlalu memaksakan keadaan, yang jadi malah akan semrawutan atau acak-acakan.

So, penentu kesuksesan pertama dan utama adalah menyadari apa yang Anda kuasai dan sukai, barulah setelah itu topik akan nampak dengan sendirinya.

2. Tentukan Topik Utama

Topik bahasan dalam blogger sangatlah penting, karena ini ada kaitannya dengan isi blog Anda nantinya. Sebelum memulai membuat blog ada baiknya jika Anda menentukan topik apa yang harus diangkat.

Bagaimana cara menentukannya? Dari hasil Anda berkaca diri. Apa yang Anda kuasai dan sukai, maka itulah topik blog yang harus Anda angkat. Logika mencari topik popular adalah logika yang salah kaprah. Kenapa demikian? Karena itu sama halnya Anda nyeburin diri di Samudra Pasifik padahal Anda tak bisa berenang.

Misalnya saja, ketika seorang Ade Ray hobi dan menguasai bidang olahraga, maka topik yang cocok untuk diangkatnya adalah seputar olahraga, wa bil khusus fitness. Dengan demikian akan ada benang merah antara apa yang dikuasai dan apa yang ditulis.

Usahakan semaksimal mungkin Anda menyajikan konten yang berkualitas dan tidak memberatkan diri. Salah satu langkah terbaiknya adalah mengulas sesuatu yang Anda kuasai dan sukai. Di jamin Top One deh.

3. Lengkapi Pembangunan

Langkah ketiga adalah mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah web/blog. Mulai dari domain, hosting dan konsep penulisan. Ketiga-tiganya dirasa cukup pentib demi keberlangsung web.

Baca Juga :  Sepuluh Kunci menjadi Penghafal Al-Qur’an

Apa kata pembaca jika konten yang disajikan cukup baik tapi webnya sangat amat lemot. Ini kan akan menjadi kesenjangan blogger, dimana kualitas konten dan kualitas blog timpangnya jauh. Tidak baik juga jika web yang dibangun buagus dan menarik, tapi isinya justru hoak atau copas semua.

BACA JUGA:

So, domain yang bagus, hosting yang berkualitas, serta konten yang menarik adalah sekumpulan perlengkapan yang harus ada dan tidak boleh tertinggal. Apakah bisa memakai blog gratisan? Bisa, tapi ada baiknya jika menggunakan domain atau hosting berbayar. Semua ada ditangan Anda.

4. Manajemen Waktu

Apa fungsi memanajemen waktu bagi seorang blogger? Fungsinya adalah menjaga stabilitas blognya. Dengan terlebih dulu membuat jadwal kapan Anda harus mencari ide dan menuliskannya, perjalanan blogging Anda akan aman-aman saja.

Akan sangat berbeda jika Anda tak menentukan atau mengatur waktu blogging, bisa jadi Anda akan lupa dan malas-malasan. Jika sudah menginjak zona malas, maka tinggal tunggu waktu gulung tikarnya. So, atur waktu ngeblogmu.

5. Mentalitas

Nomor empat ini adalah langkah yang cukup diremehkah oleh kebanyakan blogger. Mereka tak memperhatikan kondisi mentalitas sebelum memulai untuk ngeblog. Alhasil, ketika dihadapkan dengan rintangan dan halangan, mereka sudah lebih dulu menyerah dan malas-malasan karena blognya sepi.

Fungsi mentalitas bagi seorang blogger adalah untuk mempertahankan rasa semangat menulis meski pengunjung blognya terus berkurang, tetap konsisten dijalur utama meski mengalami kesulitan atau buntu mencari ide.

Tanpa mentalitas, pasti dan pasti, seorang blogger akan cepat putus asa. Karenanya, disamping mengukur kualitas diri dan persiapan yang mumpuni, mental yang kuat juga harus ada, sebab hanya dengan ini seorang blogger akan menang melawan rasa malas menulis, buntu mencari ide atau mengalami penurunan  pengunjung.

Itulah garis besar bagaimana menjadi seorang blogger. Jadi mulai sekarang tak perlu bertanya ‘dari mana saya harus memulai atau bagaimana cara menjadi blogger’. Cukup sampai disini saja pertanyaan itu, karena semua prinsip-prinsip dasarnya sudah saya ulas di atas.

Perihal teknik ini dan itu, Google sudah menyediakan hal itu. Silahkan berkunjung ke Mas Sugeng atau Blogodolar untuk menggali tutorial. Tapi untuk mental dan kesiapan diri, silahkan baca berulang-ulang ulasan saya di atas.

Pesan saya sebelum mengakhiri tulisan ini,

“Seorang Socrates, Plato dan Aristoteles tidak pernah takut tulisannya akan dibaca orang atau tidak, tapi mereka sangat yakin bahwa tulisan yang bagus dan berkualitas akan dicari-cari orang dan bisa mengubah peradaban”

About Mas Halfi

3 comments

  1. Alhamduliillaah, terimakasiihh.. utk penguatan ilmu menulisnya Mas.
    Salam pena dan lestari!

  2. wahh keren sekali..
    terima kasih tips & motivasi nyaa mas..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *