Beranda Artikel Belajar Ngeblog Bareng Kediri Art

Belajar Ngeblog Bareng Kediri Art

51
0
BERBAGI

Belajar Ngeblog Bareng Kediri Art – Kediri Art, secara Etimologi Kediri Art terdiri dari dua suku kata, yakni “Kediri” dan “Art”. Jika keduanya disatukan maka akan membentuk sebuah arti “Seni Kediri”. Dari namanya saja, sudah memberikan kesan bahwa Kediri Art adalah upaya membanggakan Kediri atas nama desain. #AkuYoArekKediri

Bila ditinjau secara Terminologi, Kediri Art adalah media yang mengusung konsep kesenian, desain grafis atau pun desain visual lainnya. Tidak perlu dibayangkan bagaimana tampilan websitenya, karena sudah pasti bagus, menarik, dan bisa digunakan cuci mata, ibarat pahanya si cantik Maria Ozawa.

Ah sudahlah, cepak rasanya mereview blog dengan bahasa yang kaku seperti buku. Dari pada hasilnya tidak maksimal, lebih baik saya mereviewnya dengan gaya bahasa sebagaimana biasanya, santai, luwes, dan agak komunikatif.

Jujur saja, saya sendiri belum mengenal secara dekat pemilik Kediri Art, tapi kebetulan ini adalah blog milik Arek Kediri, jadi saya bangga untuk mereviewnya. Namun tidak berhenti sampai disitu, sebelum saya mereviewnya, saya menyempatkan diri untuk berkunjung dan mengobok-ngobok Facebooknya. Dan ternyata “Anjir, dia keren banget, ini pasti akan menjadi review yang sangat keren” Gumam saya saat itu.

Ya, kali ini saya akan mereview blog milik arek Kediri. Namanya adalah Kediri Art. Kediri Art sengaja mengusung konsep desain grafis sebagai konten utama. Selain lebih memukau pembaca, desain grafis juga memiliki nilai lebih ketimbang susunan kalimat yang agak berantakan sebagaimana Majelis Pena.

Yuda Langgeg sebagai motor utama dibalik cantiknya Kediri Art, sangat canggih dalam menyusun konsep bloggingnya. Berbekal kemampuan desain grafis yang apik, Yuda Langgeng memadukan antara website dengan Instagram sebagai portfolionya. Setiap kali ia membuat karya, tak satu pun karyanya yang tak di upload di Instagram.

Kombinasi semacam ini akan memberikan nilai plus bagi dia, terutama bagi penikmat seni yang malas untuk berkunjung ke website. Karenanya, langkah pemanfaatan Instagram adalah langkah yang tepat bagi seorang desain grafis.

BACA JUGA:

Secara statistik memang sangat jarang, seorang blogger yang benar-benar bisa memanfaatkan keberadaan Instagram sebagai bahan bakar websitenya. Selain memakan waktu, kita juga harus berpikir dua kali dalam menyusun konsepnya.

Lantas nilai apa saja yang bisa kita ambil dari Kediri Art, benarkah karya visual nilainya lebih unggul dari pada karya seni, dan bagaimana satu karya seni bisa bercerita kepada pembaca? So, berikut adalah ulasan lengkap serta saran terbaik saya untuk Yuda Langgeng Designer Kediri Art.

Pertama, Kekuatan Karakter Nomor Wahid

Membuat desain visual tak ubahnya dengan menulis, akan selalu ada nilai ideologi didalamnya. Kemana arah ia menulis, apa tujuannya, serta bagaimana karakternya. Begitu juga dengan desain visual, selalu ada tujuan kemana ia tujuan karyanya, dan seberapa kuat karakternya.

Seperti halnya lukisan fenomenal Monalisa, karya Agus Da Vinci ini mampu membuat mata takjub melihatnya. Kekuatan karakternya sangat terasa bagi siapa saja yang melihatnya, sampai-sampai harus ada film yang dibuat khusus untuk mengulas kode lukisan Da Vinci ini. Seolah lukisan Monalisa adalah karya agung yang menyimpan sejuta rahasia.

Hampir sama dengan Kediri Art, meski levelnya bukan pelukis agung bak Leonardo, tapi Kediri Art mampu berjalan ke arah sana. Bila jita perhatikan secara detail setiap karyanya, Yuda Langgeng sang motor Kediri Art selalu menyisipkan karakter khasnya, yakni soft aesthetics (estetika yang lembut)

Soft aesthetics bagi saya pribadi adalah sesuatu yang sulit. Hampir disetiap tulisan saya nilai estetika tidak terselip didalamnya, kalau pun ada itu terasa hambar. Berbeda dengan Kediri Art, Yuda Langgeng sangat pandai dalam menyisipkan nilai itu disetiap karya yang ia buat, selain karna ia mengambil jalur visual, visual memang lebih ketara estetikanya ketimbang karya tulis.

BACA JUGA:

Lebih dari itu, Kediri Art bagi saya pribadi juga lebih menonjol dalam bermain warna. Perpaduan warna yang ia ambil seolah memberikan ciri khas dari setiap karya-karyanya. Dan inilah yang selalu saya cari-cari, seorang designer yang memiliki prinsip dalam berkarya. Ia tidak kesana kemari, tapi ia menemukan ide dalam dirinya sendiri, dan itu saya temukan dalam diri Kediri Art.

Kedua, Bloggerpreneur and Designpreneur

Siapa yang tak mau hobinya dibayar, setiap orang pasti mendambakan pekerjaan yang ia senangi bisa dibayar. Ini yang terjadi oleh Yuda Langgeng. Ia mampu mengkolaborasikan kegiatan blogging serta design-nya untuk meraup rizki.

Berkat kelincahannya dalam menjalankan strategi marketing, Yuda Langgeng kini berhasil memperoleh pundi-pundi rupiah disetiap warna yang ia goreskan. Ini adalah sesuatu yang sulit, bagaimana tidak, selain ia harus pandai-pandai menemukan ide untuk membuat karyanya, Yuda Langgeng juga harus memikirkan bagaiamana menyisipkan nilai jual didalamnya. Sehingga karya yang ia buat bukan hanya sekedar karya, tapi ada nilai didalamnya.

Sungguh luar biasa, sosok seperti Yuda Langgeng bukan sesuatu yang biasa. Ia mampu melakukan banyak pekerjaan dalam satu langkah, ibarat sambil menyelam minum air. Disatu sisi ia bisa berkarya, dan disisi lain ia juga bisa berpenghasilan darinya. Apa yang ia lakukan bukan hanya sekedar karya, tapi upaya untuk membanggakan serta membahagiakan orang lain.

Saran terbaik saya khusus Yuda langgeng adalah tanamkan nilai berani dalam berkarya. Berani yang saya maksud adalah bukan sekedar membusungkan badan, tapi berani berpikir bebas, mencari ide ekstrim yang belum pernah di coba. Dengan keberanian ini, saya yakin kekuatan karakter yang Yuda miliki akan semakin kuat.

Dengan berani berpikir bebas serta liar dalam mencari ide, Kediri Art bukan hanya menciptakan design wajah yang cantik nan elok semata, tapi akan ada sesuatu yang menggelitik didalamnya. Berkaryalah sehingga orang marah menilai karyamu, berkaryalah sehingga orang tertawa melihat karyamu, dan berkaryalah sehingga orang bisa menangis saat menilai karyamu. Semua itu adalah tanda suatu karya bukan hanya sekedar karya, tapi ada nilai didalamnya.

Mau contoh, buatlah Verctor Maria Ozawa yang sedang tidur, lalu berpikirlah kenapa ini lebih bernilai. #JustForSedulurSekediri#AkuArekKediri #BintangTujuhBuatKediriArt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here